Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Ramadan dapat menjadi momentum untuk menyatukan keluarga milenial dan keluarga tradisional di tengah perbedaan gaya hidup modern serta pengaruh penggunaan gadget. Menurutnya, Ramadan menghadirkan ruang kebersamaan yang membantu menjembatani jarak antargenerasi.
Ia menjelaskan, Ramadan juga berperan menghapus sekat sosial melalui ibadah yang sama di hadapan Allah. Kesamaan praktik ibadah tersebut, kata dia, mengajarkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan sikap saling memahami.
Dalam konteks era digital, Prof. Nasaruddin menilai Ramadan turut memperkuat moderasi beragama. Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang dihidupkan selama Ramadan dapat menjadi pegangan untuk menjalani kehidupan modern secara lebih seimbang.