BERITA TERKINI
Ramadan Jadi Momentum Digital Detox, Anak Muda Diajak Batasi Penggunaan Gawai

Ramadan Jadi Momentum Digital Detox, Anak Muda Diajak Batasi Penggunaan Gawai

Fenomena penggunaan gawai secara berlebihan kian sering terlihat di kalangan anak muda. Momentum bulan suci Ramadan dinilai dapat dimanfaatkan untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital melalui gerakan digital detox, yakni membatasi penggunaan gawai agar tidak berlebihan.

Dalam program siaran RONDA (Ruang Obrolan Pro2) Pontianak pada Senin, 9 Maret 2026, Ade dari komunitas First Web menjelaskan bahwa digital detox bukan berarti meninggalkan teknologi sepenuhnya. Menurutnya, langkah ini lebih menekankan pada pengaturan durasi dan intensitas penggunaan perangkat seperti ponsel, laptop, maupun komputer.

“Digital detox itu sebenarnya mengurangi atau membatasi aktivitas kita dengan perangkat digital seperti handphone, laptop, atau komputer,” kata Ade.

Ade menilai Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam mengatur penggunaan media sosial. Setelah sebelas bulan sebelumnya banyak orang disibukkan oleh pekerjaan dan aktivitas digital, Ramadan dapat menjadi kesempatan untuk menata kembali pola hidup.

Ia juga menyebutkan rata-rata remaja di Indonesia dapat menghabiskan waktu sekitar enam hingga tujuh jam per hari di depan layar gadget. Jika tidak dikontrol, kebiasaan tersebut berpotensi memunculkan dampak negatif.

“Dampaknya bisa kecanduan, lupa menikmati waktu di dunia nyata, bahkan muncul kecemasan ketika kita jauh dari handphone,” ujarnya.

Menurut Ade, langkah awal digital detox dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengurangi penggunaan ponsel sebelum sahur, setelah salat, maupun menjelang waktu berbuka. Cara ini dinilai dapat melatih kedisiplinan dalam menggunakan gawai.

Ade menegaskan, upaya ini tidak harus dilakukan secara ekstrem dengan berhenti total dari internet. Fokusnya adalah mengurangi kebiasaan scrolling media sosial yang tidak perlu, serta menurunkan durasi pemakaian secara bertahap.

“Kalau digital detox itu bukan berarti kita menghilang dari internet, tapi mengurangi durasi penggunaan. Misalnya yang biasanya tiga sampai empat jam, kita kurangi secara bertahap,” katanya.

Selain membatasi penggunaan gadget, masyarakat juga dianjurkan mengganti waktu luang dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti membaca buku, berolahraga, bersepeda, atau melakukan aktivitas sosial. Dengan langkah tersebut, Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi waktu menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dan produktif, terutama ketika Ramadan sudah hampir memasuki penghujung bulan.