Holding Perkebunan Nusantara melalui anak perusahaannya, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), memberikan penghargaan Outstanding Research Award (ORA) 2026 kepada enam peneliti terbaik. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026.
ORA 2026 diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para peneliti dalam menghasilkan inovasi yang dinilai mendukung transformasi bisnis serta meningkatkan daya saing perusahaan di sektor perkebunan. PT RPN menyebut penghargaan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong budaya riset yang unggul, inovatif, aplikatif, dan berdampak langsung terhadap pengembangan model bisnis perkebunan berkelanjutan.
Dalam Rakor 2026, ORA turut ditempatkan sebagai bagian dari penguatan strategi “The Value Engine” yang menempatkan riset sebagai penggerak utama penciptaan nilai perusahaan. Penghargaan ini terbuka bagi peneliti aktif dengan jenjang jabatan fungsional mulai dari Peneliti Ahli Pertama hingga Peneliti Ahli Utama, serta memenuhi ketentuan integritas dan profesionalisme perusahaan.
SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability PT RPN, Tjahjono Herawan, mengatakan ORA dirancang untuk memastikan setiap penelitian memiliki orientasi implementasi dan dampak komersial terhadap bisnis perusahaan. “Riset tidak boleh berhenti pada publikasi. Kami mendorong agar inovasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan, dikomersialisasikan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja perusahaan dan penguatan industri perkebunan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2026).
Proses seleksi dilakukan secara objektif dengan menilai kinerja peneliti selama periode 2024–2025. Aspek penilaian meliputi capaian penghargaan, publikasi ilmiah, pengembangan prototipe, kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), komersialisasi produk riset, kolaborasi riset dan bisnis, serta kegiatan diseminasi.
Berdasarkan keputusan Dewan Juri, penghargaan Terbaik 1 diraih Yora Faramitha, Terbaik 2 Brahmani Dewa Bajra, dan Terbaik 3 Mohamad Irfan Fathurrohman. Sementara kategori Harapan diberikan kepada Arinta Rury Puspitasari (Harapan 1), Sigit Ismawanto (Harapan 2), dan Niken Puspita Sari (Harapan 3).
Melalui ORA, PT RPN menyatakan berupaya mendorong terbentuknya ekosistem riset yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi pengembangan industri perkebunan. Ke depan, perusahaan juga menyatakan komitmen untuk mempercepat hilirisasi inovasi serta memperkuat sinergi antara riset dan model bisnis guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan kontribusi bagi industri perkebunan nasional, sejalan dengan transformasi Holding Perkebunan Nusantara.