BERITA TERKINI
Proyek 2415 Dorong Kewirausahaan Perempuan Terkait Transformasi Digital dan Hijau

Proyek 2415 Dorong Kewirausahaan Perempuan Terkait Transformasi Digital dan Hijau

Proyek 2415 yang disetujui Perdana Menteri dibangun berdasarkan keberhasilan Proyek 939 (2017-2025). Program ini menargetkan peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui promosi kewirausahaan dan inovasi yang terkait dengan transformasi digital, transformasi hijau, serta pembangunan berkelanjutan.

Melalui Proyek 2415, pemerintah menargetkan peningkatan kesadaran mengenai peran kewirausahaan dan ekonomi swasta, sekaligus menciptakan kondisi agar perempuan dapat mengembangkan bisnis, koperasi, kemitraan, dan usaha rumah tangga. Program ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem yang komprehensif dan efektif dalam mendukung kewirausahaan perempuan.

Kelompok sasaran yang didukung mencakup perempuan yang ingin memulai usaha, dengan prioritas pada perempuan kurang mampu, perempuan dalam keadaan sulit, ibu tunggal, perempuan penyandang disabilitas, perempuan dari kelompok etnis minoritas, serta pekerja migran yang kembali. Selain itu, dukungan juga ditujukan kepada usaha dan koperasi yang dimiliki atau dikelola oleh perempuan.

Rencana Proyek 2415 memuat enam tugas utama, yaitu memupuk semangat kewirausahaan; mengembangkan ekosistem pendukung; mempromosikan model bisnis berkelanjutan yang terkait transformasi digital dan transformasi hijau; meningkatkan kapasitas organisasi asosiasi; memperbaiki mekanisme dan kebijakan; memperkuat kerja sama internasional; serta memobilisasi sumber daya.

Dalam sebuah konferensi, Tran Thi Kim Loan, Wakil Ketua Komite Front Persatuan Nasional Vietnam Kota Hue sekaligus Ketua Persatuan Wanita Kota Hue, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir gerakan kewirausahaan perempuan berkembang pesat. Menurutnya, banyak model produksi dan bisnis milik perempuan telah terbentuk, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan berkontribusi positif bagi pembangunan sosial ekonomi di tingkat lokal.

Loan juga menilai perempuan di Hue semakin menegaskan peran pelopor dalam transformasi digital, dengan semakin banyak bisnis milik perempuan menerapkan teknologi untuk mempromosikan produk dan memperluas pasar. Namun, ia menekankan masih ada tantangan yang dihadapi, terutama terkait keterbatasan sumber daya, keterampilan teknologi, serta akses pasar.

Berdasarkan pengalaman tersebut, implementasi Proyek 2415 diharapkan dapat menjadi dorongan tambahan agar perempuan lebih berani mewujudkan ide bisnis, meningkatkan daya saing, dan beradaptasi dengan ekonomi digital.

Pada kesempatan yang sama, Persatuan Wanita Kota Hue meluncurkan kompetisi “Pengusaha Wanita - Perjalanan Transformasi Digital” untuk tahun 2026. Kompetisi ini ditujukan untuk mencari dan membina ide-ide startup inovatif, mendorong penerapan teknologi digital dalam produksi dan bisnis, serta menciptakan ruang untuk menghubungkan dan mendukung pengembangan model ekonomi yang efektif dan berkelanjutan.