BERITA TERKINI
Program Internet Desa di Kaltim Capai 95,4 Persen, 39 Desa Masih Tahap Pembangunan

Program Internet Desa di Kaltim Capai 95,4 Persen, 39 Desa Masih Tahap Pembangunan

Pemerataan akses internet di desa-desa Kalimantan Timur hampir rampung. Hingga akhir 2025, sebanyak 95,4 persen desa di provinsi ini telah terpasang jaringan internet, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur, H. M. Faisal, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari program Internet Desa yang ditujukan untuk mempercepat pemerataan akses digital hingga wilayah pedalaman.

“Alhamdulillah progresnya sudah sangat signifikan. Saat ini sekitar 95,4 persen desa di Kalimantan Timur sudah terpasang jaringan internet, dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian,” kata Faisal, Jumat (6/3/2026).

Menurut Faisal, program ini menjadi langkah penting agar masyarakat desa memiliki akses informasi dan layanan digital yang setara dengan wilayah perkotaan. Ia menyebut akses internet dibutuhkan untuk mendukung pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan laporan progres program Internet Desa 2025, dari total desa yang menjadi target pembangunan jaringan, sebanyak 802 desa sudah terpasang jaringan internet. Sementara itu, 39 desa lainnya masih dalam proses pembangunan.

Faisal menjelaskan, pemerintah menerapkan pendekatan teknologi yang berbeda menyesuaikan kondisi geografis. Untuk wilayah yang sudah memiliki infrastruktur dasar, digunakan fiber optic dan jaringan GSM. Adapun untuk wilayah pinggiran dimanfaatkan jaringan seluler.

Untuk daerah yang benar-benar terpencil dan belum terjangkau jaringan kabel maupun seluler, pemerintah menggunakan teknologi internet satelit seperti VSAT dan Starlink. “Teknologi satelit ini menjadi solusi agar desa yang berada di wilayah pedalaman tetap bisa mendapatkan akses internet,” ujar Faisal.

Dari capaian per kabupaten, dua daerah telah menuntaskan pemasangan jaringan internet di seluruh desa, yakni Mahakam Ulu (50 dari 50 desa) dan Penajam Paser Utara (30 dari 30 desa).

Sejumlah kabupaten lain juga mendekati penyelesaian, di antaranya Kutai Kartanegara (188 dari 193 desa), Kutai Barat (167 dari 190 desa), Kutai Timur (136 dari 139 desa), Paser (131 dari 139 desa), dan Berau (99 dari 100 desa). “Beberapa kabupaten bahkan sudah tuntas 100 persen. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan seluruh wilayah memiliki akses internet,” kata Faisal.

Meski progresnya tinggi, masih ada 39 desa yang saat ini dalam tahap pembangunan jaringan. Desa-desa tersebut tersebar di Berau, Kutai Barat, Paser, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara.

Faisal mengakui pembangunan infrastruktur internet di wilayah pedalaman menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan listrik. “Beberapa desa memang belum memiliki akses listrik dari PLN, sehingga pembangunan jaringan internet harus dilakukan dengan pendekatan khusus,” ujarnya.

Salah satu contoh terdapat di Kutai Barat, di mana 14 dari 23 desa yang tersisa disebut belum memiliki akses listrik PLN. Kondisi ini membuat pembangunan perangkat jaringan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan solusi tambahan, termasuk penggunaan sumber energi alternatif.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan sejumlah penyedia layanan internet (ISP) untuk mempercepat pembangunan jaringan, mencakup teknologi fiber optic, jaringan seluler, hingga internet satelit.

Faisal berharap keberadaan internet di desa dapat membuka peluang baru bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, layanan pemerintahan, hingga pengembangan ekonomi berbasis digital. Ia juga menyatakan optimistis seluruh desa di Kalimantan Timur akan segera terkoneksi internet dalam waktu dekat.