BERITA TERKINI
Privy Terintegrasi dengan Microsoft 365, Tanda Tangan Digital Kini Bisa Dipakai di Word dan Excel

Privy Terintegrasi dengan Microsoft 365, Tanda Tangan Digital Kini Bisa Dipakai di Word dan Excel

Layanan tanda tangan digital dari startup Indonesia, Privy, kini terintegrasi dengan Microsoft 365. Integrasi ini memungkinkan pengguna Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint menggunakan tanda tangan elektronik langsung dari aplikasi yang mereka pakai.

Dalam Earning Call Kuartal IV MSFT Tahun Fiskal 2025, Microsoft menyampaikan bahwa Microsoft 365 Copilot telah melampaui 100 juta pengguna bulanan secara global. VP Marketing and Communications Privy, Ratu Rima Novia Rahma, mengatakan besarnya basis pengguna Microsoft membuat integrasi ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan pengalaman tanda tangan elektronik.

“Pengguna kini dapat menandatangani dokumen langsung dalam ekosistem Microsoft, sehingga proses menjadi lebih praktis, legal, dan tersertifikasi,” kata Rima dalam keterangan pers, Selasa (9/12). Ia menambahkan, “Tantangan terbesar bukan sekadar mengganti tanda tangan basah, tetapi memastikan identitas seseorang valid dan dapat diverifikasi lintas aplikasi. Itulah fondasi utama layanan Privy.”

Privy disebut telah terintegrasi dengan Microsoft Office 365 melalui Microsoft Marketplace. Dengan integrasi tersebut, pengguna dapat menandatangani dokumen secara sah tanpa perlu meninggalkan aplikasi, termasuk Word, Excel, dan PowerPoint.

Melalui fitur Sign with Privy, alur tanda tangan dapat diselesaikan dalam beberapa klik. Proses ini diklaim tidak memerlukan konversi ke PDF atau unggah manual, serta tetap memenuhi standar legal dan keamanan di Indonesia.

“Dengan semakin banyak aktivitas bisnis yang berlangsung daring, identitas digital yang kokoh menjadi kebutuhan fundamental. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menandatangani dan memverifikasi dokumen secara aman, legal, dan efisien langsung dari ekosistem kerja yang mereka gunakan setiap hari,” ujar Rima.

Privy berdiri pada 2016 dan per November 2025 telah menyediakan 156 juta dokumen dengan tanda tangan elektronik. Perusahaan ini juga menjadi lembaga non-pemerintah pertama yang memperoleh lisensi Certificate Authority (CA) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang kini bernama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Saat ini, Privy memiliki 68 juta pengguna terverifikasi dan digunakan oleh lebih dari 155 ribu bisnis dan perusahaan. Pada 2023, Privy juga disebut menjadi perusahaan asal Indonesia pertama yang mengekspor jasa berteknologi tinggi ke Australia.

Sejak 2019, Privy telah memperoleh persetujuan resmi untuk mengakses data identitas nasional dan biometrik wajah yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, untuk memverifikasi identitas pengguna.