BERITA TERKINI
PRITP Raih Nilai Tertinggi dalam Evaluasi Tahunan Pusat Riset USK

PRITP Raih Nilai Tertinggi dalam Evaluasi Tahunan Pusat Riset USK

BANDA ACEH – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (LPPM USK) merilis hasil evaluasi kinerja tahunan pusat riset. Berdasarkan evaluasi tersebut, Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PRITP) ditetapkan sebagai pusat riset terbaik kategori A dengan nilai tertinggi 92,5.

Hasil evaluasi ini tercantum dalam Surat Keputusan Rektor USK Nomor: 443/UN11/KPT/2026 tertanggal 18 Februari 2026, yang memuat penilaian kinerja terhadap 20 pusat riset di bawah LPPM USK.

Dalam surat keputusan itu disebutkan, sebanyak delapan pusat riset masuk kategori A dan delapan lainnya berada pada kategori B. Sementara itu, satu pusat riset masuk kategori C. Adapun tiga pusat riset tidak memperoleh nilai karena tidak menyampaikan laporan kinerja pada tahun ini.

Posisi kedua dalam evaluasi ditempati Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan dengan nilai 91,5. Peringkat ketiga diraih Pusat Riset Pembangunan Pedesaan dan Pertanian Berkelanjutan dengan nilai 90,5.

Ketua PRITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., menyampaikan apresiasinya atas capaian yang diraih pusat riset yang dipimpinnya. Ia mengatakan, sejak terbentuk tiga tahun lalu, PRITP yang menghimpun kepakaran lintas program studi untuk mendukung pengembangan inovasi dan teknologi pakan ternak telah konsisten berada dalam lima besar perolehan nilai kinerja terbaik dan meraih kategori A.

Menurut Samadi, capaian tersebut merupakan hasil dukungan dan kerja keras seluruh anggota, serta kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang selama ini bermitra dengan PRITP. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam pengembangan pusat riset tersebut.

“Tentu prestasi ini bukanlah tujuan, namun pasti dapat meningkatkan semangat dan kinerja yang lebih baik lagi ke depan bagi kita semua. Yang lebih penting dari semua itu adalah bagaimana pusat riset ini mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan sektor peternakan nasional,” ujar Samadi.