Polda Lampung menghadirkan layanan digital untuk membantu masyarakat memantau kondisi lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Inovasi ini disiapkan sebagai dukungan pengamanan Operasi Ketupat Krakatau 2026.
Melalui aplikasi Siger Lampung Presisi, pemudik dapat melihat kondisi jalan serta memantau kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik jalur utama secara langsung. Dengan informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui situasi lalu lintas sebelum memulai perjalanan.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, aplikasi tersebut merupakan upaya kepolisian memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik.
“Melalui aplikasi Siger Lampung Presisi, masyarakat dapat memantau kondisi jalan sebelum berangkat mudik. Pemudik bisa mengetahui jalur mana yang sedang padat dan jalur mana yang masih lancar,” ujar Yuni, Jumat (13/3/2026).
Menurut Yuni, aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi lalu lintas secara cepat dan akurat. “Di dalam aplikasi tersedia fitur CCTV di sejumlah titik jalur utama, informasi kepadatan lalu lintas, serta kondisi keamanan jalan yang diperbarui secara berkala dan bisa diakses langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain melalui aplikasi, layanan pemantauan kondisi lalu lintas juga dapat diakses melalui laman resmi https://sigerlampung.com, yang menyediakan informasi situasi jalan di berbagai titik strategis di Provinsi Lampung.
Yuni menyebut, sistem tersebut juga membantu petugas dalam melakukan pemantauan situasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau. “Dengan sistem ini, monitoring kegiatan operasi bisa dilakukan lebih cepat dan terintegrasi. Informasi dari lapangan dapat segera diketahui masyarakat yang akan melakukan perjalanan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Kombes Pol Nicolas Dedy Arifianto mengatakan, kehadiran aplikasi tersebut diharapkan membantu masyarakat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik. “Aplikasi ini kami siapkan agar masyarakat bisa melihat kondisi lalu lintas secara langsung sebelum melintas di jalur tertentu. Dengan begitu pemudik dapat memilih rute yang lebih aman dan tidak terjebak kemacetan,” tutur Nicolas.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam pengelolaan arus mudik yang setiap tahun mengalami peningkatan volume kendaraan. “Dengan adanya akses CCTV dan informasi lalu lintas secara real-time, masyarakat dapat memantau situasi jalan lebih awal sehingga perjalanan menjadi lebih lancar dan efisien,” ungkapnya.
Peluncuran layanan ini disebut menjadi bagian dari komitmen Polri menghadirkan pelayanan publik berbasis teknologi bagi masyarakat, terutama selama periode mudik Lebaran.