BERITA TERKINI
PERDAMI Ingatkan Dampak Gadget pada Kesehatan Mata, WHO Proyeksikan 2050 Lebih Banyak Orang Berkacamata

PERDAMI Ingatkan Dampak Gadget pada Kesehatan Mata, WHO Proyeksikan 2050 Lebih Banyak Orang Berkacamata

MUARA WAHAU – Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Operasi Katarak di Muara Wahau tidak hanya difokuskan pada penanganan kasus kebutaan akibat katarak, tetapi juga menjadi ruang bagi para ahli untuk mengingatkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dan masyarakat tentang tantangan kesehatan mata di masa depan.

Ketua Tim PERDAMI Kaltim-Kaltara, dr Pikasa Retsyah Dipayana, yang hadir sebagai tim teknis pelaksana operasi, menyampaikan bahwa persoalan kesehatan mata tidak terbatas pada katarak. Menurutnya, perubahan gaya hidup turut memunculkan masalah penglihatan yang perlu diantisipasi sejak dini.

Pikasa mengutip proyeksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dinilainya mengkhawatirkan. Ia menyebut, pada 2050 diperkirakan jumlah manusia yang menggunakan kacamata akan lebih banyak dibanding yang tidak berkacamata.

Ia menilai salah satu penyebabnya adalah paparan teknologi sejak usia sangat muda. Pikasa mencontohkan kebiasaan anak-anak yang sudah memegang telepon genggam sejak bayi, termasuk saat ditenangkan dengan memutar tayangan tertentu.

Dokter spesialis mata yang berpraktik di Rumah Sakit Sangkulirang itu juga membagikan pengalamannya terkait dampak perubahan gaya hidup digital. Ia mengaku pernah menemui pasien berusia 20 tahun yang datang dengan kondisi penglihatan sangat terbatas hingga hanya mampu melihat hitungan jari.

Menurutnya, kasus seperti itu menunjukkan gangguan penglihatan berat dapat terjadi pada usia muda, yang berpotensi memicu risiko kecelakaan dan menurunkan kualitas hidup.

Peringatan dari tim PERDAMI tersebut menjadi perhatian Pemkab Kutim. Hal ini sejalan dengan upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) yang tidak hanya menekankan pengobatan, tetapi juga pencegahan dan edukasi.

Kerja sama Pemkab Kutim dan PERDAMI diharapkan dapat diperluas ke program preventif serta edukasi bagi orang tua dan sekolah, guna menjaga kesehatan mata generasi penerus dan menekan angka kebutaan serta gangguan penglihatan di Kutai Timur.