Gadget kerap dianggap membantu anak dalam berbagai hal, mulai dari meningkatkan kemampuan berbahasa hingga mengasah kreativitas melalui permainan. Namun, penggunaan tanpa batas disebut dapat memunculkan dampak yang tidak diinginkan, termasuk penurunan kesehatan mata.
Di masa pandemi, gadget semakin sulit dipisahkan dari aktivitas anak karena berperan sebagai alat komunikasi dan penunjang sekolah daring. Selain mendukung proses pendidikan, perangkat digital juga menjadi sarana edukasi, hiburan, dan komunikasi. Meski demikian, penggunaan berlebihan dinilai tidak boleh disepelekan, terutama jika anak menghabiskan waktu lebih dari tiga jam sehari untuk bermain gadget.
Jika terjadi terus-menerus dalam jangka panjang, ada sejumlah risiko yang disebut dapat muncul pada kesehatan mata anak.
1. Sindrom penglihatan komputer
Kondisi ini juga dikenal sebagai digital eye strain, yaitu kumpulan gangguan pada mata akibat paparan layar digital dalam waktu lama. Risiko dapat meningkat ketika anak menatap layar terlalu lama, terutama dengan posisi yang tidak tepat dan pencahayaan minim. Dalam penjelasan tersebut, cahaya biru dari layar LED disebut berintensitas tinggi dan dinilai berbahaya bagi kesehatan mata anak.
2. Rabun jauh
Terlalu banyak waktu menatap layar gadget disebut dapat meningkatkan risiko rabun jauh di kemudian hari. Rabun jauh terjadi ketika mata tidak mampu memfokuskan cahaya pada retina, sehingga penderitanya kesulitan melihat objek yang letaknya jauh, seperti tulisan di papan tulis, rambu lalu lintas, atau marka jalan.
3. Mata kering
Peningkatan penggunaan gadget dan perangkat digital lainnya juga dikaitkan dengan risiko penyakit mata kering pada anak. Hal ini dipicu oleh penurunan frekuensi kedipan saat menatap layar, sehingga mata kekurangan pelumas dan terasa gatal. Selain itu, kedipan yang tidak sempurna—ketika kelopak mata atas tidak menyentuh kelopak mata bawah—dapat membuat penyebaran lapisan air mata tidak merata di permukaan mata dan turut memicu mata kering.
4. Kelelahan mata
Saat asyik bermain gadget, anak sering lupa waktu, padahal mata membutuhkan istirahat yang cukup. Paparan cahaya biru dari layar dapat memicu silau dan ketegangan pada mata. Jika berlangsung lama, kelelahan mata disebut sulit dihindari dan mata dapat kehilangan fokus.
Di luar dampak pada mata, paparan gadget yang terlalu lama juga disebut dapat mengganggu pola tidur anak, menghambat perkembangan kognitif, meningkatkan risiko obesitas, serta memicu sakit leher dan punggung.
Secara umum, penggunaan gadget pada anak tidak disebut sebagai hal yang dilarang, mengingat fungsinya yang penting untuk menunjang proses belajar mengajar. Namun, penggunaannya perlu dibatasi agar tidak memicu berbagai dampak yang telah disebutkan.