Perkembangan teknologi informasi yang kian pesat dinilai membuka peluang besar bagi terbentuknya ekosistem talenta digital yang terstruktur dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menilai peran startup digital penting untuk mendorong lahirnya inovator muda di bidang teknologi.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Sulawesi Selatan, Sultan Rakib, dalam program Mozaik Indonesia PRO1 RRI Makassar edisi Selasa, 15 Juli 2025. Dalam diskusi yang digelar secara virtual, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun iklim yang mendukung tumbuhnya startup lokal.
Menurut Sultan, langkah yang ditempuh antara lain peningkatan literasi teknologi, pelatihan coding, serta pendampingan startup melalui inkubator bisnis digital. Ia menyebut startup digital tidak hanya berkaitan dengan aplikasi atau bisnis daring, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi kreatif dan transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pertanian, dan UMKM.
Ia menambahkan, keberadaan talenta digital lokal yang mumpuni akan mempercepat akselerasi digitalisasi, baik pada layanan publik maupun sektor swasta. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong sinergi dengan perguruan tinggi, komunitas teknologi, dan sektor swasta untuk menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing dalam era ekonomi digital.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita ingin menciptakan ekosistem yang bukan hanya menghasilkan produk digital, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi talenta-talenta muda Sulsel,” kata Sultan.
Sejumlah upaya konkret yang disebut telah dijalankan meliputi pengembangan program Digital Talent Scholarship, pelatihan yang disusun berdasarkan kebutuhan industri digital, serta dukungan terhadap gerakan digital startup pitching yang melibatkan pemuda daerah. Sultan menekankan, keberlanjutan program-program tersebut bergantung pada komitmen bersama lintas sektor.
Selain penguatan sumber daya manusia, pemerintah juga menaruh perhatian pada pemerataan infrastruktur digital, khususnya di wilayah yang belum memiliki jaringan internet yang stabil. Sultan menilai, tanpa akses internet yang merata, talenta digital di daerah pelosok akan sulit berkembang. Karena itu, peningkatan konektivitas perlu berjalan seiring dengan penguatan kualitas SDM digital.
Melalui forum tersebut, pemerintah berharap pemahaman publik mengenai pentingnya membangun ekosistem talenta digital semakin meningkat. Pemprov Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya menjadikan transformasi digital sebagai bagian dari pembangunan daerah, dengan startup digital sebagai salah satu ujung tombak inovasi dan kemandirian ekonomi ke depan.