Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyiapkan fasilitas WiFi gratis di sejumlah titik layanan publik untuk membantu masyarakat tetap terhubung selama periode libur dan mudik Lebaran.
Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, beberapa perangkat daerah telah menyediakan akses internet gratis, terutama di lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat. “Khusus untuk Pemprov Kaltim, beberapa dinas menyediakan fasilitas itu. Misalnya di rumah sakit, kemudian di Dinas Perhubungan,” kata Faisal saat ditemui Kamis (12/3/2026).
Di lingkungan Dinas Perhubungan, kata Faisal, layanan WiFi gratis juga tersedia di beberapa terminal sebagai dukungan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan. Namun, ia menegaskan fasilitas tersebut belum tersedia di seluruh terminal. “Di Dinas Perhubungan itu ada beberapa terminal yang menyediakan WiFi gratis. Tapi memang tidak semua terminal,” ujarnya.
Faisal meminta masyarakat memaklumi jika kecepatan internet di lokasi tertentu menurun saat kondisi ramai. Menurutnya, ketika banyak pengguna mengakses internet secara bersamaan, kuota bisa tidak mencukupi sehingga jaringan menjadi lebih lambat. “Mohon dimaklumi, kalau terminal sedang ramai dan banyak yang menggunakan internet secara bersamaan, kuotanya bisa tidak cukup sehingga jaringan menjadi agak lambat. Itu memang hanya bagian dari servis tambahan,” jelasnya.
Selain upaya penyediaan konektivitas, Diskominfo Kaltim juga melakukan pemantauan keamanan melalui jaringan kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan instansi terkait. Pemantauan dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat selama mudik dan libur panjang. “Kita juga melakukan pemantauan melalui CCTV bersama Dishub dan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambah Faisal.
Di sisi lain, Faisal menjelaskan pengelolaan layanan internet secara umum berada di tangan perusahaan penyedia layanan atau provider, sehingga pemerintah daerah lebih banyak berperan melalui koordinasi agar layanan tetap optimal saat kebutuhan meningkat. Salah satu bentuk koordinasi dilakukan melalui komunikasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menaungi penyedia layanan internet. “Secara umum internet di Indonesia memang ditangani oleh provider. Kami biasanya berkoordinasi dengan mereka, termasuk melalui asosiasi,” katanya.
Faisal menyebut, terdapat sekitar 24 perusahaan penyedia layanan internet yang beroperasi di Kalimantan Timur, di antaranya Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, ICON+, serta sejumlah provider lainnya. Ia menilai para provider umumnya telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi lonjakan trafik internet pada hari besar keagamaan dan masa libur panjang. “Biasanya mereka sudah standby menghadapi hari-hari besar dan hari libur panjang untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat, baik yang mudik maupun masyarakat secara umum,” ujarnya.
Menurut Faisal, peningkatan trafik internet saat Lebaran merupakan hal yang tidak terhindarkan karena kebutuhan komunikasi dan aktivitas digital masyarakat. “Traffic internet pasti meningkat. Bagi provider, ini bukan hanya soal memberikan layanan kepada publik, tapi juga peluang bisnis karena pemakaian pasti lebih tinggi,” katanya.
Karena itu, Diskominfo Kaltim mengimbau seluruh provider yang beroperasi di wilayah tersebut menjaga kualitas jaringan agar tetap stabil selama masa libur Idul Fitri. “Saya mengimbau kepada seluruh provider agar menyediakan layanan internet yang bagus dan maksimal untuk seluruh jaringan di Provinsi Kalimantan Timur,” tegas Faisal.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan internet secara bijak selama periode libur. “Untuk masyarakat, kami juga mengimbau agar bijaksana dalam menggunakan internet, sesuai kebutuhan,” pungkasnya.