Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan Aplikasi Perlindungan Ojol Perempuan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengemudi ojek online (ojol) perempuan saat bekerja di jalan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan rencana peluncuran aplikasi tersebut di Semarang pada Sabtu (07/3). Menurutnya, meski hasil diskusi dengan komunitas ojol—termasuk Komunitas Kebaya dari Purwokerto—menunjukkan situasi di Jawa Tengah relatif aman, langkah antisipatif tetap diperlukan untuk melindungi kelompok rentan.
Melalui aplikasi itu, pengemudi ojol perempuan direncanakan dapat menggunakan tombol darurat yang akan terhubung dengan rukun tetangga (RT) di sekitar lokasi kejadian. Mekanisme ini ditujukan agar bantuan dapat datang lebih cepat ketika pengemudi menghadapi tindakan tidak menyenangkan saat menjalankan pekerjaan.
Taj Yasin mengatakan penerapan aplikasi tidak hanya di Kota Semarang, tetapi akan diperluas ke kota-kota lain di Jawa Tengah. Sistem yang terintegrasi dengan RT setempat diharapkan mempercepat respons, sekaligus meminimalkan risiko dari potensi kekerasan atau pelecehan.
Dalam kesempatan yang sama, Taj Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada pengemudi ojol atas peran mereka dalam membantu mobilitas masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah. Ia mengaku kerap menggunakan jasa ojol dan berinteraksi langsung dengan para pengemudi.
Salah satu pengemudi ojol perempuan, Dewi, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai pekerjaan ojol sering dipandang sebelah mata dan rentan terhadap perlakuan tidak menyenangkan, baik fisik maupun verbal. Dewi menyebut selama tujuh tahun bekerja ia belum pernah mengalami kekerasan fisik, namun pernah mengalami kekerasan verbal saat mengantar pelanggan dari Semarang ke Salatiga.
Dewi menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov Jateng terhadap perlindungan perempuan. Ia berharap aplikasi tersebut dapat memberi rasa aman tambahan bagi pengemudi ojol perempuan saat bekerja.
Pemprov Jateng berharap kehadiran aplikasi ini dapat meningkatkan rasa aman pengemudi, sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan teknologi untuk perlindungan warga. Taj Yasin juga menyebut para pengemudi ojol berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, termasuk saat momentum liburan Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan layanan.