BERITA TERKINI
Pemkot Manado Sosialisasikan Aplikasi Mapalus Mart untuk Dorong Digitalisasi UMKM

Pemkot Manado Sosialisasikan Aplikasi Mapalus Mart untuk Dorong Digitalisasi UMKM

Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) resmi menyosialisasikan pengembangan produk Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lewat platform digital terbaru bernama Mapalus Mart. Kegiatan sosialisasi digelar secara hybrid di Hotel Grand Puri Manado, Kamis, 16 April 2026.

Mapalus Mart disebut sebagai transformasi dari platform sebelumnya, Pasar Manado. Aplikasi ini hadir dengan sistem yang lebih mutakhir untuk mendukung digitalisasi pemasaran produk lokal.

Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang menegaskan digitalisasi menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha maupun pemerintah. Ia menyatakan pelaku IKM dan UMKM di Manado berisiko tertinggal bila tidak beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menurut Richard, Mapalus Mart merupakan pembaruan yang lebih baik dan lebih terkini. Selain membantu pemasaran, ia menyebut platform ini membuka peluang kontribusi langsung pelaku usaha terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang dinilai positif bagi kemajuan Kota Manado.

Di sisi lain, Kepala BKPSDM Kota Manado Otniel Tewal menyoroti peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penggerak penggunaan aplikasi tersebut. Ia menyampaikan sekitar 6.400 ASN di lingkungan Pemkot Manado diinstruksikan menjadi role model dengan menggunakan produk lokal melalui mekanisme belanja di Mapalus Mart.

Otniel menjelaskan, keterlibatan ASN didorong melalui monitoring spending, yakni kewajiban mengalokasikan sebagian belanja untuk produk UMKM lokal. Kebijakan ini, kata dia, mengacu pada Keputusan Wali Kota Manado Nomor 130 Tahun 2026. Ia menambahkan, ke depan kontribusi belanja ASN di Mapalus Mart akan menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Kepala Disperindag Kota Manado Hendrik Warokka menyatakan Mapalus Mart tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki misi sosial. Ia mencontohkan penjualan komoditas pokok seperti beras SPHP yang ditawarkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pasar modern, namun tetap memberi margin bagi pengelola.

Hendrik menyebut pendekatan tersebut menekankan kuantitas agar manfaatnya dirasakan lebih luas, sekaligus tetap berkelanjutan. Ia mengatakan Mapalus Mart diharapkan dapat mereduksi harga pasar sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat dan ASN.

Gagasan pengembangan Mapalus Mart, menurut Hendrik, lahir dari dukungan dana DAK Non-Fisik Kementerian Perindustrian sebagai bagian dari langkah Pemkot Manado untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.