Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menyatakan komitmennya untuk menghapus wilayah blank spot atau area tanpa sinyal di daerahnya. Upaya tersebut dilakukan dengan meminta tambahan kuota layanan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Permintaan itu disampaikan Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat saat melakukan evaluasi koneksi jaringan internet satelit di SD 173130 Sihujur, Kamis (5/3). Sekolah tersebut merupakan salah satu dari 12 sekolah di Taput yang menerima manfaat program Bakti Komdigi.
Di hadapan para tenaga pendidik, JTP Hutabarat menegaskan perlunya penambahan layanan Bakti Komdigi. Menurutnya, penguatan infrastruktur telekomunikasi bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan primer untuk menjangkau desa-desa terpencil yang selama ini terisolasi dari akses informasi.
Bupati menjelaskan perluasan akses internet dinilai berdampak langsung pada dua sektor utama. Pertama, pemerataan informasi melalui kemudahan masyarakat di daerah pelosok mengakses layanan publik berbasis digital. Kedua, transformasi pendidikan dengan pemanfaatan teknologi informasi oleh guru dan siswa untuk mendukung metode belajar-mengajar yang lebih modern.
Dalam peninjauan tersebut, JTP Hutabarat juga menekankan pentingnya koneksi internet bagi masa depan generasi muda di Tapanuli Utara. Ia menyebut kehadiran jaringan internet dapat membantu proses belajar-mengajar, terutama pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi, sehingga anak-anak di desa memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota.
Pemkab Taput berharap permintaan penambahan layanan Bakti Komdigi mendapat respons dari Komdigi agar percepatan pemerataan akses internet dapat segera terwujud di wilayah tersebut.