BERITA TERKINI
Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Permainan Tradisional untuk Kurangi Penggunaan Gawai pada Anak

Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Permainan Tradisional untuk Kurangi Penggunaan Gawai pada Anak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Memengan (Permainan) Tradisional di Lapangan Lugjak, Rogojampi, sebagai upaya mengurangi penggunaan gawai pada anak. Kegiatan ini mengusung tema “Tinggalen Gadget Iro, Ayo Memengan Nang Njobo (Tinggalkan Gadgetmu, Ayo Main di Luar)”.

Ratusan anak tampak antusias mengikuti berbagai permainan tradisional, mulai dari egrang bambu, terompah, egrang batok, hingga gobak sodor. Sejumlah orang tua turut hadir memberikan semangat dan arahan, bahkan ikut terlibat dalam permainan. “Seru banget! Aku baru pertama kali main Egrang Bambu, susah tapi asyik,” ujar Rani (10), siswi SD N 1 Lemahbangdewo.

Selain permainan di arena utama, festival juga dimeriahkan dengan defile yang menampilkan beragam permainan tradisional lainnya, seperti Bedhil-Bedhilan, Kucing Tikus, Barong, Balap Karung, Hoola Hoop, Terompet, Jaranan, Pesawat Kertas, Pal-palan, dan sejumlah permainan lain.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan festival ini rutin digelar untuk mengajak anak-anak memilih permainan yang melibatkan banyak aktivitas fisik dibandingkan bermain gawai. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan pada berbagai permainan tradisional agar tidak terpaku pada gadget.

Ipuk menilai permainan tradisional juga memiliki nilai positif, seperti melatih kerja sama, meningkatkan empati, menghormati aturan main, serta membiasakan anak menghadapi tantangan. Ia juga menekankan pentingnya melestarikan permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi saat ini. Menurutnya, permainan tradisional merupakan warisan budaya yang turut menjaga keakraban, sportivitas, dan kreativitas.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk turut mengingatkan para orang tua untuk bersama-sama melindungi anak dari perundungan. Ia menyampaikan pemerintah daerah mengoptimalkan kebijakan dan regulasi untuk perlindungan anak, sembari mengajak seluruh pihak menyamakan tekad dalam menjaga anak-anak.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menambahkan festival yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan sekolah sehat. Salah satunya dengan mengurangi permainan berbasis gawai dan mendorong anak lebih aktif bergerak melalui permainan fisik. Ia menyebut permainan tradisional dapat menjadi sarana bagi anak untuk bergerak, bersosialisasi, dan mengeksplorasi lingkungan luar dengan cara yang menyenangkan.