BERITA TERKINI
Pemerintah Kaji WFH Sehari Sepekan, Ini Aplikasi yang Bisa Menunjang Produktivitas Kerja dari Rumah

Pemerintah Kaji WFH Sehari Sepekan, Ini Aplikasi yang Bisa Menunjang Produktivitas Kerja dari Rumah

Pemerintah tengah mengkaji penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara maupun karyawan swasta. Kajian ini disebut sebagai langkah penghematan bahan bakar di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi global.

Jika aturan tersebut resmi diberlakukan, pekerja di berbagai sektor diminta bersiap menyesuaikan pola kerja dari kantor ke rumah. Dalam situasi ini, dukungan teknologi dinilai menjadi faktor penting agar aktivitas pekerjaan tetap berjalan tanpa hambatan berarti.

Sejumlah aplikasi digital diperkirakan kembali menjadi tulang punggung komunikasi dan kolaborasi jarak jauh. Berbagai platform memungkinkan pekerja tetap terhubung, berdiskusi, hingga menyelesaikan tugas tanpa harus bertatap muka, termasuk untuk rapat daring, pengiriman dokumen, dan koordinasi tim.

Beberapa aplikasi yang dinilai dapat membantu menjaga produktivitas selama WFH antara lain Zoom. Platform konferensi video ini dikenal karena kemudahan penggunaan dan kelengkapan fitur, seperti panggilan video, berbagi layar presentasi, serta fitur chat dan tanya jawab. Versi gratisnya memungkinkan rapat berlangsung hingga 40 menit dengan jumlah peserta mencapai 100 orang, sementara paket berbayar tersedia bagi kebutuhan profesional.

Selain itu, Google Meet juga menjadi pilihan populer. Aplikasi ini menawarkan durasi rapat yang panjang hingga 24 jam untuk penggunaan tertentu, meski rapat gratis umumnya dibatasi hingga 60 menit jika pesertanya lebih dari dua orang. Google Meet terintegrasi dengan layanan lain seperti Gmail dan Google Calendar, serta bisa diakses melalui peramban seperti Chrome atau Firefox tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Keamanan turut menjadi perhatian melalui enkripsi secara real time untuk melindungi data pengguna.

Bagi pengguna ekosistem Microsoft, Microsoft Teams hadir sebagai solusi komunikasi terpadu yang menyediakan percakapan, panggilan video, hingga pengolahan dokumen dalam satu platform. Integrasi dengan Microsoft 365 memungkinkan pengeditan file Word, Excel, atau PowerPoint dilakukan langsung. Fitur penanda atau tagging juga membantu anggota tim mengikuti percakapan penting agar informasi krusial tidak terlewat.

Untuk tim yang lebih mengandalkan komunikasi berbasis teks, Slack dapat digunakan melalui diskusi kelompok di channel maupun percakapan pribadi lewat direct message. Pengguna juga dapat mengirim file dan mengelola komunikasi dalam ruang kerja digital yang lebih terorganisir. Slack memiliki fitur kustomisasi nama domain sesuai identitas tim atau perusahaan.

Sementara kebutuhan penyimpanan dan berbagi data dapat dipenuhi melalui Google Drive. Layanan ini memungkinkan penyimpanan berbagai jenis file secara daring dan memudahkan kolaborasi melalui folder yang bisa diakses bersama. Pada versi gratis, pengguna memperoleh kapasitas 15 GB, dengan opsi berlangganan bagi yang memerlukan ruang tambahan. Proses unggah file dapat dilakukan melalui komputer maupun ponsel.

Dengan pemanfaatan aplikasi-aplikasi tersebut, aktivitas kerja diharapkan tetap berjalan dan produktivitas dapat dipertahankan meski dilakukan dari rumah.