Perayaan Hari Raya Nyepi setiap tahun membuat aktivitas di Bali berhenti hampir sepenuhnya. Jalanan menjadi lengang, penerangan diminimalkan, dan berbagai kegiatan dibatasi untuk mendukung suasana hening. Kondisi ini kerap memunculkan pertanyaan, terutama dari wisatawan dan pekerja digital, apakah internet di Bali benar-benar dimatikan saat Nyepi, termasuk pada Nyepi 2026.
Pembatasan internet saat Nyepi di Bali tidak berarti layanan internet mati total. Pemerintah mengimbau adanya penghentian sementara layanan data seluler selama 24 jam sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang menjalankan rangkaian ibadah Nyepi.
Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 2 Tahun 2026 tentang imbauan pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi di Bali. Dalam imbauan itu, penyelenggara telekomunikasi diminta menghentikan sementara layanan data seluler selama Nyepi berlangsung. Pembatasan juga mencakup layanan Internet Protocol Television (IPTV) serta siaran dari lembaga penyiaran lokal di Bali.
Meski demikian, akses internet berbasis WiFi tetap dapat digunakan. Artinya, koneksi internet di hotel, vila, rumah, atau lokasi lain yang menyediakan jaringan WiFi tetap berjalan normal. Selain itu, layanan komunikasi dasar seperti telepon dan SMS juga tetap dapat digunakan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana.
Pembatasan tersebut tidak menghentikan layanan publik yang bersifat vital. Sejumlah layanan darurat seperti rumah sakit, kepolisian, pemadam kebakaran, dan unit layanan kedaruratan lainnya tetap beroperasi agar kebutuhan mendesak masyarakat tetap dapat ditangani.
Nyepi Tahun Saka 1948 diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Pelaksanaannya berlangsung selama 24 jam, dimulai pada 19 Maret 2026 pukul 05.59 WITA hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Nyepi merupakan penanda pergantian Tahun Baru Saka, yang dijalankan umat Hindu melalui Catur Brata Penyepian.
Catur Brata Penyepian mencakup empat pantangan utama, yakni Amati Geni (tidak menyalakan api atau cahaya secara berlebihan), Amati Karya (tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan atau kesenangan duniawi). Praktik ini bertujuan untuk introspeksi dan penyucian diri, sekaligus menjaga keseimbangan alam.
Di sisi lain, pembatasan internet saat Nyepi tidak berlaku secara nasional. Kebijakan ini hanya diterapkan di wilayah Provinsi Bali, berdasarkan permintaan Pemerintah Provinsi Bali kepada Kementerian Komunikasi dan Digital agar operator menghentikan sementara layanan data seluler dan IPTV selama 24 jam. Masyarakat di luar Bali tetap dapat menggunakan internet seperti biasa tanpa pembatasan.
Nyepi dikenal sebagai tradisi yang unik karena selama 24 jam hampir seluruh aktivitas di Bali berhenti. Dalam periode ini, bandara internasional ditutup sementara, jalan raya kosong, dan suasana malam dibuat lebih gelap untuk menjaga keheningan. Bagi sebagian wisatawan, momen Nyepi menjadi pengalaman berbeda untuk merasakan Bali dalam suasana yang sangat tenang.