Shanghai—Palladium Global Science Award membuka pendaftaran edisi kedua kompetisi ilmiah internasional yang berfokus pada pengembangan aplikasi baru paladium. Kompetisi ini menawarkan total hadiah sebesar US$350.000, dengan masa pendaftaran berlangsung mulai 2 Maret hingga 31 Juli 2026 melalui situs palladiumaward.com.
Palladium Global Science Award didirikan pada 2025 sebagai platform global untuk mengidentifikasi dan mendukung terobosan ilmiah dan teknologi yang memanfaatkan paladium. Logam ini dikenal memiliki aktivitas katalitik yang unik, kemampuan menyerap hidrogen, daya tahan terhadap oksidasi, konduktivitas listrik tinggi, serta sifat kemagnetan tertentu.
Penghargaan ini ditujukan bagi inovasi penting, artikel ilmiah, dan konsep terapan yang menggunakan paladium dengan cara baru, sehingga teknologi dinilai dapat menjadi lebih efisien, memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, dan siap diterapkan dalam skala industri.
Dalam edisi 2026, kompetisi akan memilih lima pemenang dari tiga kategori, yakni Best Scientific Development, Best Scientific Article, dan Best Applied Concept. Seluruh karya akan dinilai oleh Dewan Pakar Internasional yang beranggotakan ilmuwan dan pakar dari berbagai universitas serta pusat riset di dunia. China Precious Metals Industry Committee turut menjadi mitra dalam kompetisi ini.
Ketua Dewan Pakar Internasional Palladium Global Science Award, Profesor Francis Verpoort, menyatakan edisi kedua penghargaan ini digelar di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap teknologi inovatif. Menurutnya, sifat paladium berpotensi mendorong lahirnya solusi di berbagai bidang, termasuk energi, kimia, kedokteran, teknologi hijau, dan industri teknologi tinggi. Ia menekankan penghargaan ini mencari karya yang tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga mampu mentransformasi industri dan membentuk lanskap teknologi masa depan.
Pada penyelenggaraan 2025, kompetisi tersebut menerima 100 proposal dari lebih dari 30 negara. Lima ilmuwan dari Kanada, Jepang, India, Amerika Serikat, dan Arab Saudi terpilih sebagai penerima penghargaan melalui proyek di bidang kimia organik, pengembangan obat, produksi metanol ramah lingkungan, serta pemurnian air. Untuk edisi kedua, penyelenggara berharap jumlah peserta dan minat dari berbagai negara terus meningkat.