Ancaman serangan siber kian marak dengan beragam modus kejahatan yang memanfaatkan celah keamanan internet. Salah satu yang umum terjadi adalah penipuan internet banking melalui tautan phishing.
Dalam modus ini, pelaku mengirimkan tautan palsu yang dibuat seolah-olah berasal dari bank resmi. Ketika korban membuka tautan tersebut, data pribadi seperti PIN, OTP, username, dan password berisiko dicuri. Informasi itu kemudian dapat digunakan pelaku untuk menguras isi rekening.
Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengingatkan bahwa keamanan merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, perlindungan yang dianggap aman saat ini tidak menjamin akan tetap aman pada waktu berikutnya.
“Perlindungan yg hari ini aman tidak menjamin aman besok atau bulan depan, selalu waspada dan jangan pernah over confidence dengan security,” kata Alfons kepada Kompas.com, Jumat (20/2/2026).
Alfons membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan pengguna untuk meningkatkan keamanan saat menggunakan internet banking dan mengurangi risiko menjadi korban penipuan.
Pertama, ia menyarankan agar pengguna lebih waspada saat bertransaksi dengan nominal besar pada akhir pekan. Menurutnya, kejahatan digital umumnya dilakukan pada akhir pekan ketika kantor bank tutup.
Kedua, pengguna diminta tidak mudah percaya pada hasil Google Search. Ia menyebut, banyak hasil pencarian maupun iklan yang dapat mengarahkan ke situs phishing, sehingga perlu melakukan pemeriksaan ulang.
Ketiga, gunakan antivirus dan pastikan perangkat terbebas dari malware yang berpotensi mengalihkan akses internet banking.
Keempat, saat mengakses internet banking, pastikan alamat situs yang dibuka sesuai dengan alamat resmi dan bukan situs phishing.
Kelima, Alfons mengingatkan agar tidak mudah percaya jika dihubungi pihak yang mengaku sebagai customer service bank atau pejabat bank, terutama bila meminta OTP, termasuk dalam konteks “apply 1” atau “apply”.
Ia menambahkan, pelaku phishing kerap mengandalkan kelengahan pengguna dengan mengirimkan tautan yang dibuat mirip dengan tautan asli. Karena itu, pengguna diimbau untuk memperhatikan alamat situs dengan saksama serta tidak sembarangan memasang ekstensi pada peramban.
“Simpan alamat internet banking di favorites dan pastikan tidak ada add on yg tidak anda kenal terinstal pada peramban yg anda gunakan untuk internet banking,” tegas Alfons.