Konflik yang berlangsung di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu sistem digital dunia. Penilaian tersebut disampaikan pakar hubungan internasional Tia Mariatul Kibtiah yang menyoroti kerentanan infrastruktur digital global apabila konflik meluas atau disertai tindakan sabotase terhadap fasilitas strategis.
Menurut Tia, salah satu titik rawan yang perlu diwaspadai adalah kabel serat optik bawah laut. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dari konektivitas internet lintas negara dan menopang berbagai layanan digital yang saling terhubung di tingkat global.
Ia menjelaskan, dampak konflik dapat merambat ke berbagai sektor, termasuk ekonomi dan sistem digital. Dalam skenario terburuk, gangguan tidak hanya terjadi pada akses internet, tetapi juga dapat memengaruhi sistem transaksi keuangan yang bergantung pada jaringan komunikasi internasional.
Tia menilai efek gangguan tersebut dapat meluas dan berimplikasi pada stabilitas nasional serta keamanan. Karena itu, ia mengingatkan bahwa eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat membawa konsekuensi yang tidak terbatas pada wilayah konflik, melainkan ikut dirasakan oleh negara-negara lain yang terhubung melalui infrastruktur digital global.