BERITA TERKINI
OpenAI Umumkan Penutupan Aplikasi Video AI Sora Setelah Enam Bulan Berjalan

OpenAI Umumkan Penutupan Aplikasi Video AI Sora Setelah Enam Bulan Berjalan

OpenAI mengumumkan akan menutup Sora, aplikasi pembuat video berbasis kecerdasan buatan (AI), setelah berjalan sekitar enam bulan. Keputusan tersebut disampaikan pada Selasa, 24 Maret 2026.

Namun, OpenAI belum mengungkap alasan di balik penutupan itu. Perusahaan yang dipimpin Sam Altman tersebut juga tidak memberikan keterangan mengenai jadwal resmi penghentian operasional Sora.

Sejak diperkenalkan, Sora dikenal sebagai model generatif yang mampu membuat video deepfake. Kemampuan ini menuai kritik publik karena tokoh-tokoh terkenal kerap menjadi sasaran dalam konten yang dihasilkan. Selain itu, fitur unggulan bernama Cameo turut memicu konflik karena disebut memakai merek dari perusahaan lain.

Techcrunch dalam laporannya pada Selasa, 24 Maret 2026, menyoroti persoalan tersebut. “Aplikasi deepfake yang digembar-gemborkan ini ternyata sangat aneh. Sora seharusnya tidak mengizinkan orang untuk membuat video tokoh publik yang tidak secara eksplisit menyetujuinya,” tulis media itu.

Sora dirancang menyerupai platform video vertikal seperti TikTok, tetapi dengan penekanan pada konten berbasis AI. Pada awal peluncuran, aplikasi ini sempat mendapat antusiasme besar dan mencapai puncak unduhan pada November tahun lalu sebanyak 3.332.200.

Meski demikian, tren unduhan kemudian menurun. Pada Februari, jumlah unduhan tercatat turun menjadi 1.128.700, seiring munculnya sengketa dan kecaman terkait hasil video yang dibuat menggunakan Sora.

Penutupan aplikasi Sora tidak serta-merta menghilangkan ancaman deepfake. OpenAI masih menyediakan model Sora 2 melalui layanan berbayar ChatGPT. Di sisi lain, OpenAI juga bukan satu-satunya pihak yang mengembangkan teknologi serupa, sehingga akses terhadap pembuatan video AI diperkirakan tetap terbuka dan berpotensi meluas melalui aplikasi lain di pasar.