OpenAI mengumumkan penutupan aplikasi video AI Sora. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Sora, namun perusahaan tidak merinci alasan di balik keputusan ini.
Dalam pernyataannya, OpenAI menyampaikan apresiasi kepada para pengguna yang telah berkarya, membagikan hasil, dan membangun komunitas di sekitar Sora. OpenAI juga mengakui kabar penutupan ini berpotensi mengecewakan bagi pengguna.
OpenAI menyatakan akan memberikan informasi lanjutan dalam waktu dekat, termasuk jadwal terkait aplikasi dan API, serta detail mengenai cara pengguna menyimpan data dan karya yang telah dibuat melalui Sora.
Penutupan Sora disebut mengejutkan bagi sebagian pengguna yang selama ini memanfaatkan aplikasi tersebut untuk membuat konten video berbasis AI. Selain pengguna, penutupan ini juga dikaitkan dengan rencana kerja sama investasi yang pernah dibahas dengan Disney. Disebutkan, Disney sebelumnya berencana berinvestasi senilai 1 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 16,88 triliun, untuk membuka peluang penggunaan karakter ikonik Disney dalam konten yang dihasilkan aplikasi video AI tersebut.
Sora dikenal sebagai salah satu aplikasi video AI yang populer di kalangan tertentu. Versi terbaru yang dirilis pada September 2025 sempat ramai dibicarakan di internet karena kemampuannya menghasilkan beragam video animasi.
Di sisi lain, aplikasi ini juga disebut mendapat kritik dan menghadapi persoalan terkait hak cipta, termasuk penggunaan karakter populer dari berbagai media maupun sosok orang penting tanpa izin. OpenAI belum menyampaikan penjelasan lebih lanjut mengenai langkah berikutnya selain rencana pembaruan informasi terkait jadwal layanan dan mekanisme penyimpanan data pengguna.