BERITA TERKINI
OpenAI Umumkan Penghentian Operasional Aplikasi Video AI Sora

OpenAI Umumkan Penghentian Operasional Aplikasi Video AI Sora

OpenAI mengumumkan akan menyetop operasional aplikasi Sora, layanan pembuatan video berbasis kecerdasan artifisial (AI) generatif. Aplikasi yang baru dirilis tahun lalu itu dihentikan tanpa penjelasan alasan.

Dalam unggahan di platform media sosial X, tim Sora OpenAI menyampaikan pesan perpisahan kepada pengguna. “Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Sora. Kepada semua orang yang berkarya bersama Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih,” tulis mereka.

Tim Sora juga menyatakan akan memberikan informasi lanjutan, termasuk jadwal terkait aplikasi dan API, serta rincian mengenai cara menyimpan karya pengguna. Hingga berita ini disusun, OpenAI tidak menanggapi permintaan informasi tambahan.

Pengumuman penghentian Sora muncul tiga bulan setelah Disney menandatangani kesepakatan lisensi tiga tahun dengan OpenAI. Dalam perjanjian itu, Sora disebut akan mampu menghasilkan video sesuai permintaan pengguna dari lebih dari 200 karakter bertema Disney, Marvel, Pixar, dan Star Wars.

Rencana tersebut juga mencakup produksi video “yang terinspirasi penggemar” melalui Sora dan ChatGPT Images pada awal 2026, serta penambahan pilihan video hasil Sora yang dikurasi di Disney+.

Namun, kemitraan itu pada akhirnya berakhir. Disney juga menghentikan rencana untuk mengambil saham senilai 1 miliar dolar AS di OpenAI.

Melalui perwakilannya, Disney menyatakan menghargai langkah OpenAI untuk tidak lagi membuat video menggunakan AI dan mengalihkan kemampuannya ke prioritas lain. Disney juga menyebut akan tetap terlibat dengan platform AI untuk mencari cara baru menjangkau penggemar secara bertanggung jawab, sambil menghormati kekayaan intelektual (IP) dan hak para pencipta.

Sora sebelumnya beberapa kali memicu perhatian, termasuk pada akhir September 2025 ketika OpenAI menjanjikan video AI yang tampak sangat realistis. Pada periode itu, muncul kekhawatiran dari pekerja seni Hollywood terkait model opt-out Sora 2 yang mengharuskan pemilik IP secara proaktif menandai agar karya berhak cipta mereka dikecualikan dari sistem.

Pada November 2025, kelompok perdagangan konten Jepang CODA—yang anggotanya termasuk Studio Ghibli—mengirim surat kepada OpenAI yang menuntut perusahaan menghentikan penggunaan konten mereka untuk melatih Sora 2.

OpenAI pertama kali memperkenalkan Sora pada Februari 2024 sebagai layanan pratinjau dengan model teks-ke-video. Setelah masa uji coba berakhir, perusahaan merilis Sora versi pertama pada Desember di tahun yang sama. Selanjutnya, pada September 2025 OpenAI merilis aplikasi Sora yang berdiri sendiri.