OpenAI secara tak terduga menutup produk-produknya yang menggunakan model pembuatan video Sora, termasuk aplikasi seluler yang sempat diluncurkan dengan antusiasme tinggi pada tahun lalu. Pengumuman itu disampaikan CEO OpenAI Sam Altman pada 24 Maret.
Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ), langkah tersebut menjadi bagian dari upaya OpenAI mempersempit fokus bisnisnya pada segmen perusahaan dan pengembang, seiring persiapan menuju penawaran umum perdana (IPO) yang diperkirakan berlangsung pada kuartal keempat tahun ini.
Selain menutup aplikasi Sora, OpenAI juga disebut menghentikan pengembangan model bernama sama untuk para pengembang. Hingga kini, perusahaan juga belum mengintegrasikan fitur pembuatan video ke dalam ChatGPT.
Dalam strategi barunya, OpenAI menitikberatkan pengembangan pada perangkat lunak kerja yang menyasar bisnis dan pengguna individu. Minggu lalu, perusahaan mengumumkan rencana menggabungkan ChatGPT di komputer, alat pemrograman Codex, dan peramban Atlas menjadi sebuah “aplikasi super”.
Aplikasi Sora pertama kali dirilis pada September 2025 dan beroperasi sebagai jejaring sosial mirip TikTok, dengan konten yang dibuat oleh AI. Tak lama setelah peluncuran, Altman sempat mendorong pengguna untuk menempelkan wajahnya ke ikon budaya pop populer.
Di internal perusahaan, beberapa karyawan OpenAI dilaporkan terkejut dengan besarnya sumber daya komputasi yang dialokasikan untuk proyek tersebut, meski tidak ada bukti jelas mengenai kebutuhan pasar. Pada periode yang sama, Altman juga menyampaikan ambisi OpenAI mengembangkan perangkat keras, termasuk rencana perangkat AI yang ditargetkan meluncur dalam beberapa tahun mendatang.
Saat debutnya, Sora sempat menduduki peringkat teratas di App Store. Namun, aplikasi ini menuai kontroversi terkait minimnya langkah pencegahan pelanggaran hak cipta, yang berujung pada tuntutan hukum tak lama kemudian. OpenAI kemudian menambahkan sejumlah langkah untuk membantu pemilik konten mengontrol penggunaan gambar dan kekayaan intelektual mereka.
Pada Desember 2025, Disney mengumumkan investasi sebesar 1 miliar dolar AS di OpenAI. Dalam kesepakatan itu, OpenAI memperoleh lisensi untuk menggunakan lebih dari 200 karakter Disney, sehingga pengguna dapat membuat dan membagikan video AI dengan karakter tersebut.
Namun setelah OpenAI “menghentikan” proyek Sora, The Hollywood Reporter melaporkan Disney juga menarik diri dari kesepakatan tersebut. Meski kerja sama itu gagal, kedua perusahaan disebut masih mungkin menjajaki peluang kolaborasi lain di masa depan.
Seorang juru bicara Disney menyatakan pihaknya menghormati keputusan OpenAI untuk menarik diri dari pembuatan video dan mengalihkan fokus ke bidang lain. “Kami menghargai kolaborasi konstruktif antara kedua pihak. Dengan berpedoman pada pelajaran yang didapat, kami akan terus bekerja sama dengan platform AI, mencari cara baru untuk menjangkau penggemar, dan menerapkan teknologi baru secara bertanggung jawab, menghormati kekayaan intelektual dan hak-hak pencipta,” katanya.
Altman mengatakan tim Sora kini akan diarahkan untuk mengerjakan proyek jangka panjang seperti robotika. Di sisi lain, OpenAI disebut tengah berusaha mengejar ketertinggalan dari startup Anthropic dalam menjangkau pengguna dan pengembang perusahaan.
Dalam rapat umum awal Maret, Direktur Aplikasi OpenAI Fidji Simo juga menekankan agar karyawan tidak terdistraksi oleh “tugas sampingan”, seraya memaparkan visi untuk mengintegrasikan lebih banyak fitur otomatisasi ke dalam produk perusahaan.