OpenAI resmi menghentikan layanan aplikasi video berbasis AI miliknya, Sora. Keputusan ini disampaikan melalui pernyataan publik perusahaan dan menandai berakhirnya salah satu eksperimen generative AI OpenAI di ranah video.
Dalam pernyataannya, OpenAI menyebut penghentian dilakukan tidak hanya pada aplikasi konsumen, tetapi juga pada layanan API Sora. “Kami memutuskan untuk menghentikan Sora di aplikasi konsumen dan API,” ujar perwakilan OpenAI, dikutip dari laporan Engadget.
Meski telah mengumumkan penghentian layanan, OpenAI belum menyampaikan tanggal pasti kapan Sora akan sepenuhnya tidak dapat digunakan.
OpenAI menjelaskan, langkah ini berkaitan dengan perubahan strategi di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi untuk pengembangan teknologi AI yang lebih kompleks. Tim yang sebelumnya mengembangkan Sora akan dialihkan untuk fokus pada riset simulasi dunia (world simulation), yang ditujukan untuk mendukung pengembangan robotika berbasis AI agar mampu menyelesaikan tugas fisik di dunia nyata.
Arah tersebut menunjukkan pergeseran prioritas OpenAI dari produk kreatif berbasis konten menuju pengembangan teknologi AI yang lebih aplikatif untuk kebutuhan industri dan kehidupan sehari-hari.
Sora sempat mencuri perhatian pada awal peluncurannya, namun performanya disebut menurun dalam beberapa bulan terakhir. Data dari perusahaan analitik Appfigures menunjukkan penurunan jumlah unduhan dan pengeluaran pengguna sejak awal 2026.
Penurunan juga terjadi pada periode yang biasanya ramai untuk aplikasi digital. Pada Desember 2025, unduhan Sora dilaporkan turun 32 persen dibanding bulan sebelumnya.
Dengan kebutuhan komputasi yang kian besar untuk model AI yang lebih canggih, OpenAI tampaknya memilih mengalokasikan sumber daya ke proyek yang dinilai lebih strategis.