OpenAI dikabarkan tengah mengembangkan sebuah “superapp” untuk perangkat Mac yang akan menyatukan aplikasi ChatGPT, platform coding Codex, dan browser Atlas dalam satu layanan. Informasi tersebut dilaporkan The Wall Street Journal dan dikutip MacRumors pada Jumat (20/3) waktu setempat.
Gagasan di balik pengembangan aplikasi serba ada ini disebut bertujuan menyederhanakan pengalaman pengguna, menyusul peluncuran beberapa produk terpisah yang sebagian dinilai belum sepenuhnya menarik minat pelanggan OpenAI.
Di saat yang sama, OpenAI juga disebut berupaya memperkuat posisinya setelah pesaing utamanya, Anthropic, mencatat keberhasilan terbaru. Dalam konteks ini, para eksekutif OpenAI dilaporkan tengah mengevaluasi area yang dapat diprioritaskan lebih rendah, sembari memusatkan perhatian pada pengembangan kemampuan AI “agentic” di dalam superapp tersebut.
Kemampuan “agentic” yang dimaksud memungkinkan kecerdasan buatan bekerja lebih otonom di komputer pengguna untuk menjalankan berbagai tugas, seperti menulis kode dan menganalisis data.
Dalam rapat internal pekan lalu, kepala divisi aplikasi OpenAI, Fidji Simo, dilaporkan menyampaikan kepada karyawan agar tidak terdistraksi oleh “proyek sampingan”, mengingat cepatnya pertumbuhan Anthropic dalam menarik pelanggan enterprise dan segmen coding.
Menurut laporan yang sama, seorang juru bicara OpenAI menyatakan superapp baru ini akan membantu tim internal bekerja lebih erat, sekaligus memungkinkan divisi riset memusatkan upaya pada satu produk utama.
Dalam beberapa bulan ke depan, OpenAI juga disebut berencana menambahkan kemampuan “agentic” baru pada aplikasi Codex untuk membantu tugas produktivitas di luar coding. Setelah itu, ChatGPT dan browser Atlas direncanakan digabungkan ke dalam superapp.
Sebelumnya, pada tahun lalu OpenAI meluncurkan sejumlah inisiatif besar, termasuk aplikasi video Sora serta mengakuisisi perusahaan perangkat keras AI milik Jony Ive. Namun sejak itu, Anthropic dilaporkan menunjukkan momentum kuat melalui produk seperti Code Claude dan Cowork.