Samsung disebut masih menyimpan sejumlah fitur tersembunyi di One UI 8.5 yang belum ditampilkan ke publik. Fitur-fitur tersebut dikabarkan baru akan diperkenalkan secara resmi bersamaan dengan peluncuran seri Galaxy S26.
Sekitar sepekan lalu, Samsung membuka program beta One UI 8.5 bagi pengguna perangkat yang memenuhi syarat. Melalui pembaruan ini, pengguna dapat mencoba fitur dan peningkatan terbaru sebelum versi resminya dirilis.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa tidak semua fitur One UI 8.5 disertakan dalam versi beta. Samsung diduga menahan sejumlah fitur, khususnya yang berbasis kecerdasan buatan (AI), untuk dijadikan fitur eksklusif pada seri Galaxy S26.
Informasi tersebut pertama kali mencuat lewat unggahan di platform X. Disebutkan, Samsung ingin menyoroti fitur AI baru saat peluncuran Galaxy S26, sehingga fitur itu belum dimasukkan ke dalam rilis beta One UI 8.5 saat ini.
Salah satu fitur yang disinyalir masih dirahasiakan adalah ringkasan notifikasi AI. Fitur ini disebut memanfaatkan model internal Samsung, Gauss AI, dan akan merangkum notifikasi dalam 24 jam terakhir. Fitur tersebut juga dikabarkan sempat direncanakan hadir di One UI 7, tetapi akhirnya tidak dirilis.
Menurut laporan yang sama, fitur ringkasan notifikasi AI sempat terlihat dalam bocoran build One UI 8.5 untuk Galaxy S25 Ultra, namun tidak muncul di versi beta resmi.
Jika pola peluncuran fitur seperti ini kembali diterapkan, pengguna kemungkinan belum akan menjumpai fitur-fitur AI tersembunyi tersebut pada pembaruan beta One UI 8.5 berikutnya. Fitur-fitur itu diperkirakan baru muncul setelah Samsung memperkenalkan lini Galaxy S26 yang dijadwalkan meluncur pada Februari 2026.
Setelah itu, fitur-fitur tersebut disebut akan tersedia secara bertahap untuk perangkat Samsung lainnya seiring perilisan versi stabil One UI 8.5 pada tahun depan.
Di sisi lain, Samsung juga telah merilis One UI 8.5 Beta untuk sejumlah perangkat Galaxy S25. Tahun ini, perusahaan memperluas cakupan program beta secara global dan tidak lagi membatasi uji coba hanya untuk seri ponsel lipat Galaxy Z.
Program beta One UI 8.5 disebut tersedia di enam negara, yakni Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Polandia, India, dan Jerman. Pengguna di negara-negara tersebut dapat mencoba lebih awal beragam pembaruan, mulai dari peningkatan antarmuka, optimalisasi performa, hingga pembaruan fungsional yang masih dalam tahap penyempurnaan.
Untuk Indonesia, hingga saat ini Samsung belum memasukkan pasar Tanah Air ke dalam daftar negara yang mendapatkan akses program beta One UI 8.5. Meski demikian, pengguna di Indonesia masih dapat menantikan peluncuran resmi One UI 8.5 setelah fase beta dinyatakan selesai.
Dalam penjelasan terkait program beta, Samsung menyebut One UI 8.5 dirancang agar pengalaman penggunaan menjadi lebih ringkas, intuitif, dan aman di seluruh perangkat Galaxy. Pembaruan ini juga ditujukan untuk mempermudah pembuatan konten, pengelolaan perangkat, dan memperkuat keamanan data.
Untuk kreator konten, One UI 8.5 membawa peningkatan pada Photo Assist. Proses pembuatan dan penyuntingan foto diklaim dapat dilakukan tanpa jeda, dengan perubahan tersimpan otomatis dalam riwayat sehingga pengguna bisa meninjau hasil edit dan memilih versi terbaik tanpa harus menyimpan satu per satu.
Fitur berbagi file turut diperbarui. Quick Share kini disebut mampu mendeteksi wajah orang dalam foto dan memberikan saran untuk mengirimkannya langsung kepada pihak terkait.
Dari sisi konektivitas, Samsung memperluas kemampuan antarperangkat melalui fitur seperti Audio Broadcast yang mendukung komunikasi dengan perangkat LE Audio di sekitar melalui Auracast. Selain menyiarkan audio dari aplikasi, pengguna juga dapat mengalirkan suara secara langsung lewat mikrofon ponsel, misalnya untuk tur atau aktivitas kelompok.
Selain itu, Storage Share memungkinkan akses berkas dari perangkat Galaxy lain—termasuk tablet, PC, hingga TV—yang dapat muncul langsung di aplikasi My Files. Pengguna juga disebut dapat mengakses berkas ponsel dari perangkat Samsung lainnya secara lebih praktis.