BERITA TERKINI
Nusantara Innovation Hub Bahas Kolaborasi Talenta Digital dan Startup dengan Dubes RI untuk AS

Nusantara Innovation Hub Bahas Kolaborasi Talenta Digital dan Startup dengan Dubes RI untuk AS

Tim Nusantara Innovation Hub (NIH) menggelar pertemuan resmi dengan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco. Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi strategis Indonesia–Amerika Serikat dalam pengembangan startup, inovasi teknologi, dan talenta digital.

Salah satu inisiator NIH, Ray Rizaldy, mengatakan inisiatif itu ditujukan untuk membuka akses talenta dan startup Indonesia agar terhubung langsung dengan ekosistem inovasi global. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 20 November 2025.

Pertemuan dihadiri para inisiator NIH, yakni Ray Rizaldy, Mohamad Iqbal, Mukit Hendrayatno, Anita Ratna Faoziyah, Heri Susanto, dan Lucky Hatreztyo. Dwisuryo menyambut baik inisiatif NIH dan menilai langkah tersebut selaras dengan upaya memperkuat diplomasi ekonomi serta mendorong pertumbuhan inovasi Indonesia di Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, NIH memaparkan program unggulan yang dijadwalkan mulai Januari 2026, yaitu pengiriman founder startup Indonesia ke Amerika Serikat selama 1 hingga 2 tahun. Program ini dirancang agar para pendiri startup mengikuti akselerasi dan mengembangkan perusahaan secara langsung di ekosistem Silicon Valley. “Kami ingin memastikan Indonesia hadir lebih kuat di panggung teknologi internasional, tidak hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pemain yang menciptakan solusi global,” kata Ray.

NIH juga memperkenalkan Nusantara Student Innovation Bootcamp, program pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat. Program ini ditujukan untuk membekali talenta muda dengan keterampilan membangun startup, akses mentor internasional, serta peluang kolaborasi lintas industri.

Sebelum bertemu Dwisuryo, para inisiator NIH telah melakukan kunjungan dan diskusi dengan sejumlah perusahaan teknologi besar di Silicon Valley, termasuk Amazon, Meta, dan Plug and Play. Menurut Mohamad Iqbal selaku Wakil Ketua NIH, rangkaian diskusi tersebut menghasilkan komitmen kolaborasi lanjutan, terutama terkait program akselerasi startup Indonesia bersama Plug and Play.

Plug and Play dikenal sebagai salah satu akselerator berpengaruh di dunia dengan portofolio perusahaan yang mencakup unicorn seperti PayPal, Dropbox, dan Lending Club. NIH menilai kerja sama ini membuka akses bagi startup Indonesia ke jaringan investor, mentor, serta mitra korporasi global.

Nusantara Innovation Hub didirikan sebagai perkumpulan yang menghubungkan ekosistem startup Indonesia dengan Silicon Valley. Inisiatif ini hadir di tengah momentum ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai 146 miliar dolar AS pada 2025, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Ray menyatakan, dengan dukungan KBRI, NIH siap menjadi jembatan kolaborasi antara talenta Indonesia, diaspora profesional, dan pusat inovasi Amerika Serikat untuk mendorong percepatan ekosistem startup nasional.