Selama ini, penggunaan utama aset kripto banyak berkisar pada aktivitas membeli dan memperdagangkan token. Namun, sebagian investor menilai gelombang adopsi berikutnya dapat datang dari cara lain: bukan sekadar memperjualbelikan, melainkan memperoleh token melalui kontribusi kerja.
Multicoin Capital menyebut model yang berkembang ini sebagai “Pasar Tenaga Kerja Internet”. Dalam konsep tersebut, pengguna menerima imbalan kripto sebagai kompensasi atas tugas dan kontribusi digital, seperti pelabelan data, menyediakan bandwidth, atau pekerjaan online lainnya.
Para pendukung gagasan ini berargumen bahwa pendekatan tersebut berpotensi menggeser peran kripto dari ekosistem yang didominasi perdagangan spekulatif menjadi pasar global untuk tenaga kerja digital. Dengan demikian, kripto tidak hanya diposisikan sebagai instrumen transaksi dan investasi, tetapi juga sebagai mekanisme insentif bagi aktivitas produktif di internet.