BERITA TERKINI
Mukhtar Latif Soroti Pentingnya Riset Inovasi Berbasis Nalar dan Spiritualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Mukhtar Latif Soroti Pentingnya Riset Inovasi Berbasis Nalar dan Spiritualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd., menekankan bahwa pembangunan peradaban menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan rekayasa metodologi yang menggabungkan kekuatan nalar (Aqli) dan kekuatan spiritual (Qalbi). Menurutnya, riset inovasi dalam peta jalan menuju satu abad kemerdekaan Indonesia bukan lagi sekadar pilihan akademik, melainkan kebutuhan mutlak untuk menjaga eksistensi dan marwah bangsa.

Dalam bagian pendahuluan tulisannya yang mengangkat tema “Spirit Teologis Saintifik Islam”, Mukhtar Latif menyebut dialektika antara Aqli dan Qalbi sebagai kebutuhan dasar dalam riset inovasi. Ia memandang bahwa penguatan dimensi intelektual perlu berjalan seiring dengan pengelolaan aspek spiritual agar proses pembangunan tidak kehilangan pijakan nilai.

Ia juga merujuk pada Al-Qur’an sebagai fondasi arsitektur ilmu yang seimbang. Mukhtar Latif menyatakan terdapat hampir 1.000 ayat yang berkaitan dengan penguasaan ilmu dan nalar, serta sekitar 600 ayat—yang disebutnya setara dengan 10% isi Al-Qur’an—yang menekankan manajemen hati (Qalbi).

Selain itu, ia mengutip pandangan M. Quraish Shihab (2019) yang menegaskan bahwa akal tidak hanya berfungsi sebagai alat logika, melainkan juga instrumen untuk memahami pesan-pesan transendental Tuhan. Dalam kerangka tersebut, ia menilai pengembangan riset inovasi perlu bertumpu pada keseimbangan antara kecakapan berpikir dan kedalaman batin.