Morris Garage (MG) Motor Indonesia menyiapkan langkah ekspansi produk pada 2026 dengan rencana meluncurkan setidaknya empat model baru secara bertahap. Sejumlah model di antaranya telah diperlihatkan kepada publik pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, meski detail spesifikasi dan harga belum diungkap.
Head of Marketing MG Motor Indonesia, Harry Kurniawan, menyatakan portofolio MG disiapkan fleksibel mengikuti kebutuhan pasar. Teknologi yang masuk dalam radar pengembangan mencakup mesin pembakaran internal (ICE), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), extended range electric vehicle (EREV), hingga kendaraan listrik murni (EV). Namun, MG belum membeberkan model mana saja yang akan masuk jalur produksi untuk Indonesia, karena masih mempertimbangkan kesiapan pasar dan strategi harga.
Salah satu agenda utama MG pada awal 2026 adalah peluncuran sebuah SUV listrik baru yang akan dirakit lokal di pabrik MG di Cikarang, Jawa Barat. Strategi perakitan dalam negeri ini disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing, termasuk membuka peluang peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan menjaga harga tetap kompetitif.
MG juga mengakui jumlah produk yang disiapkan sebenarnya lebih dari empat model. Meski begitu, realisasi peluncurannya akan menyesuaikan kesiapan masing-masing produk dan kondisi pasar otomotif nasional. Dalam strategi tersebut, MG memprioritaskan perakitan lokal untuk meningkatkan TKDN sekaligus memperkuat posisi di tengah persaingan pasar.
Dari sejumlah rencana itu, satu model yang sudah dipastikan meluncur adalah MG S5 EV. SUV listrik ini berbasis Modular Scalable Platform (MSP) atau Nebula Platform dan sebelumnya telah diperkenalkan di GIIAS 2025. MG S5 EV akan menjadi mobil listrik ketiga MG di Indonesia setelah MG 4 EV dan MG ZS EV.
MG menyebut platform MSP dirancang khusus untuk kendaraan listrik murni, dengan tujuan menghadirkan distribusi bobot yang lebih ideal dan karakter berkendara yang stabil. MG S5 EV juga diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 500 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh, MG menekankan aspek kenyamanan, keamanan baterai, serta performa yang seimbang.
MG S5 EV dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2026. Model ini akan dirakit dengan skema completely knocked down (CKD) dan ditargetkan memiliki TKDN awal sekitar 40 persen. Di segmen SUV listrik, kehadirannya diproyeksikan akan berhadapan dengan sejumlah pemain yang sudah lebih dulu hadir, seperti BYD Atto 3, Chery E5, dan Hyundai Kona EV.
Di luar segmen SUV, MG juga menyatakan tengah mengkaji peluang masuk ke segmen MPV tujuh penumpang yang selama ini menjadi salah satu pasar terbesar di Indonesia. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap studi, dengan sejumlah aspek yang disebut perlu diperhitungkan, mulai dari karakter konsumen, opsi perakitan lokal, hingga penentuan harga.
Untuk mendukung rencana peluncuran produk pada 2026, MG turut memperkuat jaringan distribusi. Sepanjang 2025, MG Motor menambah sembilan dealer baru di berbagai wilayah Indonesia. Ekspansi ini ditujukan untuk memperluas akses layanan purnajual dan meningkatkan pengalaman pelanggan saat model-model baru mulai dipasarkan.