Antarmuka ColorOS kerap mendapat perhatian pengguna ponsel OPPO. Sejumlah pengguna menilai tampilannya ringan, jarang bermasalah, minim iklan, dan terasa mulus dalam pemakaian harian. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah pengalaman tersebut tetap bisa dirasakan di ponsel kelas entry level?
Dalam kunjungan tim ke R&D Center OPPO di Dongguan, China, OPPO menyampaikan bahwa pengujian ColorOS tidak hanya dilakukan pada perangkat flagship. Perusahaan menyebut mereka juga memastikan ColorOS tetap berjalan lancar di perangkat entry level, termasuk untuk aktivitas seperti membuka-menutup aplikasi hingga multitasking.
Meski begitu, pengalaman memakai antarmuka (UI) memang sulit diukur secara mutlak karena bisa berbeda antar pengguna, bahkan pada perangkat yang sama. Secara teknis, ColorOS merupakan UI yang berjalan di atas sistem operasi Android. Namun, dalam penggunaan sehari-hari istilah UI dan OS kerap tercampur karena penyederhanaan penyebutan.
Untuk melihat seperti apa performa ColorOS di segmen entry level, pengujian dilakukan menggunakan OPPO A6s. Perangkat ini menggunakan chipset Snapdragon 685. Dari sisi penyimpanan, tersedia varian 128GB dan juga 256GB. OPPO menyebut tetap mengupayakan penggunaan penyimpanan UFS, bukan eMMC.
OPPO A6s dibekali layar 6,75 inci dengan desain punch hole. Panel yang digunakan adalah IPS dengan resolusi HD+ (1570 x 720 piksel) serta refresh rate 120 Hz adaptif.
Dari sisi daya, ponsel ini membawa baterai 7000mAh dan mendukung pengisian cepat 80W SUPERVOOC. Dalam pemaparan yang disampaikan, kapasitas tersebut dinilai memadai untuk penggunaan harian, sementara pengisian daya diklaim bisa berlangsung cepat hingga penuh dalam waktu kurang dari satu jam.
Untuk desain, OPPO A6s disebut memiliki tampilan “kerang mutiara” yang membuatnya terlihat berbeda. Ponsel ini juga mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Terdapat pula fitur underwater yang dirancang agar layar tidak merespons tekanan air, serta memungkinkan penggunaan tombol volume sebagai shutter. Meski demikian, pengguna tetap tidak disarankan sengaja menenggelamkan perangkat; sertifikasi tersebut disebut lebih sebagai perlindungan saat kondisi tak terduga.
Unit yang digunakan disebut merupakan unit ritel versi Indonesia yang diproduksi di pabrik OPPO di Indonesia. OPPO juga menekankan keseriusannya berinvestasi di Indonesia, termasuk dari sisi penyerapan tenaga kerja dan standar produksi agar ketahanan perangkat tetap terjaga saat sampai ke pengguna.
Secara spesifikasi, OPPO A6s ditempatkan di kelas entry level. Disebutkan pula bahwa jika menilik dua hingga tiga tahun lalu, spesifikasi serupa kerap dijumpai pada rentang harga sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta. Untuk 2026, situasinya disebut bisa berubah, termasuk karena faktor yang disebut sebagai “krisis RAM dan storage” yang berpotensi mendorong kenaikan harga perangkat dengan spesifikasi sejenis.
Di luar spesifikasi, aspek kenyamanan penggunaan juga dipengaruhi oleh optimalisasi perangkat lunak. OPPO menekankan upaya memberikan pengalaman yang nyaman, termasuk melalui layanan purnajual. Perusahaan mengklaim layanan after sales mereka yang terbaik di industri, dengan beberapa program seperti garansi 180 hari ganti unit baru serta penggantian layar pecah hingga satu tahun.
Karena kenyamanan tetap bersifat subjektif, pengujian dilakukan untuk memberi gambaran penggunaan ColorOS di perangkat entry level. Hasil lengkap pengujian tersebut disampaikan melalui video yang menyertai materi ini.