Investor pemula diingatkan untuk tidak mengambil keputusan investasi saham hanya karena ikut-ikutan atau sekadar “yang penting beli”. Salah satu langkah dasar yang perlu dipahami adalah mengenali perusahaan sekuritas (broker) yang digunakan, termasuk kode broker yang menjadi identitas mereka dalam sistem perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di Indonesia, perusahaan sekuritas berperan sebagai perantara transaksi jual beli efek. Karena jumlahnya banyak, BEI menggunakan kode khusus agar penyebutan nama perusahaan sekuritas tidak perlu dilakukan secara panjang saat bertransaksi.
Apa itu kode broker saham?
Kode broker saham adalah kode unik berupa 2–4 huruf yang menjadi identitas permanen sebuah perusahaan sekuritas sekaligus pembeda antar-sekuritas dalam sistem perdagangan BEI. Kode ini diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan dapat mengalami pembaruan jika terjadi peristiwa seperti merger, akuisisi, pergantian nama, atau pencabutan izin perusahaan sekuritas terkait. Sebagai contoh, jika sebuah sekuritas diakuisisi oleh sekuritas lain, maka kode dapat berubah mengikuti ketentuan yang berlaku.
Perusahaan sekuritas sendiri merupakan entitas yang secara resmi diperbolehkan menjalankan aktivitas seperti penjamin emisi efek, manajer investasi, hingga perantara pedagang efek, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995.
Daftar kode broker saham 2025
Berikut daftar kode broker saham tahun 2025 yang dirujuk dari laman resmi IDX. Daftar ini dapat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena sejumlah perusahaan sekuritas menghentikan kegiatan usahanya sehingga BEI mencabut Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB).
A – C
AD: OSO Sekuritas Indonesia
AF: Harita Kencana Sekuritas
AG: Kiwoom Sekuritas Indonesia
AH: Shinhan Sekuritas Indonesia
AI: UOB Kay Hian Sekuritas
AK: UBS Sekuritas Indonesia
AO: Erdikha Elit Sekuritas
AP: Pacific Sekuritas Indonesia
AR: Bina Artha Sekuritas
AT: Phintraco Sekuritas
AZ: Sucor Sekuritas
BB: Verdhana Sekuritas Indonesia
BF: Inti Fikasa Sekuritas
BK: JP. Morgan Sekuritas Indonesia
BQ: Korea Investment And Securities Indonesia
BR: Trust Sekuritas
BS: Equity Sekuritas Indonesia
CC: Mandiri Sekuritas
CD: Mega Capital Sekuritas (InvestasiKu)
CP: KB Valbury Sekuritas
G – K
GA: BNC Sekuritas Indonesia
GI: Webull Sekuritas Indonesia
GR: Panin Sekuritas Tbk
HD: KGI Sekuritas Indonesia
HP: Henan Putihrai Sekuritas
IC: Integrity Capital Sekuritas
ID: Anugerah Sekuritas Indonesia
IF: Samuel Sekuritas Indonesia
IH: Pacific 2000 Sekuritas
II: Danatama Makmur Sekuritas
IN: Investindo Nusantara Sekuritas
IT: Inti Teladan Sekuritas
IU: Indo Capital Sekuritas
KI: Ciptadana Sekuritas Asia
KK: Phillip Sekuritas Indonesia
KZ: CLSA Sekuritas Indonesia
L – O
LG: Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
LS: Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.
MG: Semesta Indovest Sekuritas
MI: Victoria Sekuritas Indonesia
MU: Minna Padi Investama Sekuritas Tbk
NI: BNI Sekuritas
OD: BRI Danareksa Sekuritas
OK: NET Sekuritas
P – R
PC: FAC Sekuritas Indonesia
PD: Indo Premier Sekuritas
PF: Danasakti Sekuritas Indonesia
PG: Panca Global Sekuritas
PI: Magenta Kapital Sekuritas Indonesia
PO: Pilarmas Investindo Sekuritas
PP: Aldiracita Sekuritas Indonesia
QA: Tuntun Sekuritas Indonesia
RB: Ina Sekuritas Indonesia
RF: Buana Capital Sekuritas
RG: Profindo Sekuritas Indonesia
RO: Pluang Maju Sekuritas
RS: Yulie Sekuritas Indonesia Tbk.
RX: Macquarie Sekuritas Indonesia
S – Z
SA: Elit Sukses Sekuritas
SF: Surya Fajar Sekuritas
SH: Artha Sekuritas Indonesia
SQ: BCA Sekuritas
SS: Supra Sekuritas Indonesia
TF: Universal Broker Indonesia Sekuritas
TP: OCBC Sekuritas Indonesia
TS: Dwidana Sakti Sekuritas
XA: Nh Korindo Sekuritas Indonesia
XC: Ajaib Sekuritas Indonesia
XL: Stockbit Sekuritas Digital
YB: Yakin Bertumbuh Sekuritas
YJ: Lotus Andalan Sekuritas
YO: Amantara Securities Indonesia
YP: Mirae Asset Sekuritas Indonesia
YU: CGS International Sekuritas Indonesia
ZP: Maybank Sekuritas Indonesia
ZR: Bumiputera Sekuritas
Sekuritas yang dicabut SPAB
Seperti halnya emiten, perusahaan sekuritas dapat dicabut status keanggotaannya apabila mengalami kondisi tertentu, termasuk kebangkrutan atau kerugian besar. Dalam kasus tersebut, BEI dapat mencabut Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB).
Salah satu contoh yang disebutkan adalah pencabutan SPAB PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia (kode broker MS) pada 30 Juni 2021. Perusahaan tersebut disebut hengkang dari Indonesia karena penurunan pembobotan saham-saham di negara ASEAN, termasuk Indonesia, serta penurunan transaksi investor asing di kawasan tersebut yang dinilai merugikan broker asing.
Dalam materi rujukan juga disebutkan bahwa hingga 2025 terdapat 14 perusahaan sekuritas yang dicabut SPAB-nya oleh BEI, namun daftar nama ke-14 perusahaan tersebut tidak dicantumkan.
Catatan: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.