Mobile World Congress (MWC) kerap menjadi panggung bagi perusahaan teknologi global untuk memamerkan inovasi terbaru di Barcelona. Menjelang MWC 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–5 Maret, perhatian kembali tertuju pada kemungkinan lahirnya peluncuran besar, konsep ekstrem, dan kejutan baru. Namun, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tidak semua perangkat yang tampil mencolok di panggung MWC berakhir sukses di pasar.
Sejumlah produk yang pernah dipamerkan dengan gembar-gembor kini menghadapi nasib berbeda-beda: ada yang dihentikan, ada yang masih sebatas konsep, dan ada pula yang menjanjikan banyak hal tetapi belum tersedia secara global. Berikut beberapa contoh perangkat yang sempat mencuri perhatian di MWC, namun perkembangannya tidak selalu sejalan dengan ekspektasi awal.
Humane AI Pin: Ambisi besar yang berujung berhenti berfungsi
Pada MWC 2024, Humane memperkenalkan AI Pin, sebuah perangkat berbentuk lencana yang dapat dikenakan. Pengguna bisa berbicara untuk menanyakan jadwal, cuaca, atau hasil olahraga. Perangkat ini juga diklaim mampu membacakan jawaban dan memproyeksikannya ke tangan pengguna menggunakan laser.
Meski idenya terdengar menjanjikan—bahkan disertai narasi bahwa perangkat AI semacam ini dapat menggantikan ponsel—pengalaman penggunaan tidak sesuai harapan. Dalam ulasan CNET, perangkat tersebut dinilai mengecewakan. Humane kemudian diakuisisi HP, dan AI Pin disebut berhenti berfungsi pada Februari tahun lalu. Bagi pembeli awal, perangkat seharga 699 dolar AS itu pun berpotensi menjadi barang tak terpakai.
Motorola Rizr: Konsep layar gulung yang belum jadi produk
Motorola juga memamerkan konsep yang menarik perhatian: Motorola Rizr, ponsel dengan layar fleksibel yang dapat menggulung secara mekanis. Dengan menekan tombol, bagian atas layar dapat memanjang untuk memberi tampilan lebih luas, misalnya saat menonton video atau bermain gim.
Namun, konsep tersebut belum diwujudkan menjadi produk komersial. Motorola disebut belum menerapkan teknologi gulir mekanis itu ke lini ponselnya. Peluncuran Razr Fold mendatang digambarkan akan hadir sebagai ponsel lipat standar. Teknologi gulung mekanis dinilai berpotensi mahal dan rapuh, sementara setelah tiga tahun belum ada pembaruan resmi terkait kelanjutan konsep tersebut.
Xiaomi SU7 EV: Menarik perhatian, tetapi belum tersedia di banyak negara
Xiaomi, yang dikenal lewat ponsel dan berbagai perangkat rumah tangga, memamerkan kendaraan listrik pertamanya, Xiaomi SU7, di MWC 2024. Mobil ini tampil dengan desain ramping dan sporty serta menjanjikan jangkauan lebih dari 470 mil. Ketertarikan meningkat ketika Xiaomi menampilkan model yang lebih berorientasi performa pada MWC tahun lalu, yang diklaim mencatat waktu lintasan mengesankan di Nürburgring.
Meski Xiaomi telah memproduksi dan menjual SU7 di Tiongkok, perusahaan disebut belum berencana meluncurkannya di Inggris atau Eropa lebih luas hingga setidaknya 2027, dan hampir pasti tidak akan dijual di Amerika Serikat. Di sisi lain, menurut laporan Car News China, penjualan SU7 di Tiongkok disebut melampaui Tesla Model 3. Namun catatan Mureks menyebut penjualan SU7 Ultra justru menurun drastis akibat sejumlah kontroversi dan tuntutan hukum terkait mobil dan peluncuran Xiaomi.
Samsung Galaxy Ring: Perangkat yang dipuji, tetapi penerusnya belum jelas
Samsung Galaxy Ring menjadi salah satu sorotan MWC 2024 sebagai wearable berbentuk cincin yang menawarkan pelacakan kesehatan dan kebugaran. Perangkat ini dinilai positif dalam ulasan CNET, yang memberikan skor 8,5 dari 10.
Namun, dua tahun setelahnya, kelanjutan produk ini masih dipertanyakan. Samsung belum memberikan komentar resmi mengenai penerusnya, sementara rumor menyebut kemungkinan peluncuran pada akhir 2026 atau 2027. Pada saat yang sama, Oura—produsen cincin pintar—mengajukan gugatan publik terhadap Samsung dan sejumlah perusahaan lain terkait dugaan pelanggaran paten, yang disebut bisa menjadi salah satu faktor penundaan.
Kategori cincin pintar sendiri dinilai belum berkembang pesat setelah Galaxy Ring diperkenalkan. Disebut tidak ada perangkat seperti Google Pixel Ring, Apple iRing, atau Nothing Ring (1). Produk sejenis masih didominasi perusahaan yang lebih kecil, termasuk cincin daur ulang Pebble yang baru diumumkan dengan harga 75 dolar AS.
Motorola Wrist Phone: Ponsel gelang yang masih sebatas ide
Selain Rizr, Motorola juga pernah memamerkan konsep ponsel fleksibel yang bisa dililitkan di pergelangan tangan. Perangkat Android bergaya candybar itu dirancang agar dapat dipakai seperti gelang, menawarkan akses cepat layaknya jam tangan pintar sekaligus mengurangi kebutuhan menyimpan ponsel di saku.
Meski dinilai lebih mudah diwujudkan dibanding konsep layar gulung mekanis—karena mengandalkan layar fleksibel tanpa motor khusus—produk ini tetap tidak beranjak dari tahap konsep. Hingga menjelang MWC 2026, ponsel gelang tersebut masih menjadi demo singkat yang hanya sempat dilihat selama pameran.
Menjelang MWC 2026, berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa panggung pameran teknologi tidak selalu menjadi garis start menuju produk massal. Sebagian inovasi berakhir sebagai konsep yang menginspirasi, sebagian lain menghadapi kendala bisnis dan hukum, sementara beberapa perangkat justru berhenti berfungsi atau tertunda lama. Dengan pameran berikutnya kian dekat, perhatian publik kembali tertuju pada inovasi yang akan muncul—serta pertanyaan klasik: mana yang benar-benar akan bertahan.