BERITA TERKINI
Mayoritas Anak Indonesia Sudah Akses Internet Berjam-jam, Risiko Konten Dewasa dan Perundungan Mengintai

Mayoritas Anak Indonesia Sudah Akses Internet Berjam-jam, Risiko Konten Dewasa dan Perundungan Mengintai

Penggunaan internet di kalangan anak-anak Indonesia kian masif. Data dalam laporan tersebut menyebutkan, sekitar 89% anak Indonesia sudah mengakses internet dengan rata-rata 5,4 jam per hari, bahkan banyak yang mulai menggunakan internet sebelum usia 11 tahun.

Aktivitas daring anak tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga telah menjadi bagian dari keseharian. Namun, tingginya intensitas penggunaan ini diiringi sejumlah risiko. Disebutkan, 50% anak pernah melihat konten dewasa dan 48% anak pernah mengalami perundungan digital.

Paparan konten negatif masih kerap muncul di media sosial. Kondisi ini menegaskan pentingnya perlindungan serta pendampingan agar anak tidak tersesat di ruang digital.

Isu ini dinilai semakin krusial karena hampir 48% pengguna internet di Indonesia adalah anak dan remaja di bawah usia 18 tahun. Ruang digital pun menjadi salah satu lingkungan tumbuh bagi generasi masa depan.

Tanpa pengawasan yang tepat, risiko seperti kecanduan gawai, perundungan siber, hingga paparan konten yang tidak sesuai usia dapat meningkat dan berdampak negatif.

Untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital, pemerintah menghadirkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Beberapa langkah yang disebutkan meliputi verifikasi usia pengguna, pengaturan privasi yang lebih ketat untuk akun anak, penyediaan fitur kontrol orang tua (parental control), serta pembatasan akses sesuai usia.

Meski demikian, keamanan digital anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar juga dinilai penting. Pendampingan yang dapat dilakukan antara lain membatasi waktu layar, memeriksa aktivitas online anak, mengajarkan etika digital, serta memanfaatkan fitur parental control.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Senin (16/3/2026) turut mengajak masyarakat menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah anak.

“Dunia digital harus jadi ruang yang aman, sehat, dan ramah anak. Hayu Wargi babarengan mengawasi, mendampingi, dan mengedukasi agar anak-anak di Jabar bisa tumbuh cerdas dan bijak di dunia digital,” tulisnya dalam unggahan tersebut.