Muhamad Naufal Amirul Ma’arif, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, menunjukkan bahwa inovasi dapat muncul dari keberanian menggabungkan ilmu akademik dengan pengalaman lapangan.
Melalui ZAMA AUTO SPORT, Naufal menyebut upayanya tidak berhenti pada membangun bisnis, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan dampak sosial. Ia mengatakan bisnis tersebut ingin membuka lapangan kerja bagi mereka yang memiliki keterbatasan pendidikan, sekaligus membangun fasilitas olahraga yang mendorong gaya hidup sehat.
“Bisnis ini bukan hanya peluang ekonomi. Saya ingin membuka lapangan kerja bagi mereka yang pendidikannya terbatas dan membangun fasilitas olahraga yang mendorong gaya hidup sehat,” tutur Naufal dalam wawancara melalui WhatsApp, Jumat (27/2/2026).
Naufal menilai kemampuan memimpin tim dan menjaga kepercayaan klien terbentuk dari pengalaman lapangan yang ia jalani. Menurutnya, kepemimpinan tidak semata terkait jabatan, melainkan ditentukan oleh ketenangan, keadilan, dan kemampuan menjaga kekompakan tim dalam situasi penuh tekanan.
“Saya belajar, kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi ketenangan, keadilan, dan kemampuan menjaga tim tetap solid di bawah tekanan,” tambahnya.
Ia juga menilai pendekatan akademik di UNM relevan dengan visi jangka panjangnya. Naufal menyebut pembelajaran di kampus membantunya mengembangkan cara berpikir sistematis dan analitis, serta melihat peluang integrasi antara data analytics dan konstruksi sebagai keunggulan industri ke depan.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM membekali saya cara berpikir sistematis dan analitis. Ke depan, integrasi data analytics dan konstruksi akan menjadi keunggulan utama dalam industri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Prodi Sains Data, Tati Mardiana, menyatakan pencapaian Naufal mencerminkan arah pendidikan di UNM. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut sejalan dengan upaya kampus dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing dan visioner.