BERITA TERKINI
Bioinformatika, Kolaborasi Biologi dan Sains Data untuk Dorong Riset Medis

Bioinformatika, Kolaborasi Biologi dan Sains Data untuk Dorong Riset Medis

Pandemi COVID-19 mendorong para peneliti dari berbagai negara berlomba mengembangkan vaksin. Namun, kebutuhan akan inovasi medis tidak berhenti pada COVID-19. Berbagai penyakit lain, seperti kanker dan diabetes, juga masih menanti terobosan pengobatan.

Dalam upaya menemukan obat dan mempercepat riset medis, bioinformatika menjadi salah satu cabang ilmu yang berperan penting. Bidang ini menggabungkan biologi dan kimia dengan sains data untuk membantu peneliti memahami data biologis dalam skala besar dan mengolahnya menjadi informasi yang dapat digunakan untuk penelitian.

Peran bioinformatika mencakup pengelolaan data urutan genom hingga pemodelan komputer yang dapat digunakan untuk menguji desain obat. Dengan pendekatan tersebut, proses penelitian dapat dilakukan secara lebih terarah, termasuk dalam tahap awal pengembangan kandidat obat.

Untuk membahas kontribusi bioinformatika dalam riset medis, program Sains Sekitar Kita berbincang dengan Arli Aditya Parikesit. Arli merupakan Ketua Departemen Bioinformatika di Indonesian International Institute for Life Sciences (I3L), lembaga pendidikan tinggi yang disebut sebagai yang pertama menawarkan Program Studi Bioinformatika di Indonesia.

Selain aktif di bidang pendidikan, Arli juga menggagas penggunaan pendekatan informatika dan pemodelan komputer dalam penelitian obat untuk kanker payudara dan kanker serviks. Pendekatan ini menempatkan bioinformatika sebagai penghubung antara data biologis dan strategi penelitian yang berbasis komputasi.