BERITA TERKINI
Mahasiswa Kedokteran Unkhair Wakili LLDIKTI XII ke Pilmapres Nasional 2026 Lewat Aplikasi “Immunix”

Mahasiswa Kedokteran Unkhair Wakili LLDIKTI XII ke Pilmapres Nasional 2026 Lewat Aplikasi “Immunix”

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun (FKIK Unkhair), Hasmawi, terpilih mewakili Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2026.

Hasmawi melaju ke tingkat nasional setelah meraih nilai tertinggi pada seleksi Pilmapres tingkat wilayah. Dalam kategori program sarjana, ia memperoleh skor 1.318. Peringkat kedua ditempati Yafet Side dari Universitas Halmahera (Uniera) dengan nilai 1.285, disusul Faith Jedidiah Sahumena dari Universitas Pattimura (Unpatti) dengan nilai 1.284.

Penetapan pemenang seleksi tingkat wilayah tersebut tertuang dalam Surat Kepala LLDIKTI Wilayah XII Nomor 276/DST/LL12/KM.01.14/2026 tentang Penetapan Pemenang Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Wilayah XII Tahun 2026. Berdasarkan hasil seleksi, LLDIKTI Wilayah XII menetapkan dua mahasiswa yang melaju ke tingkat nasional, yakni Hasmawi dari FKIK Unkhair dan Yafet Side dari Uniera.

Hasmawi menjelaskan, seleksi Pilmapres tingkat wilayah menilai tiga aspek utama, yaitu gagasan kreatif, capaian unggulan akademik dan non-akademik, serta kemampuan bahasa Inggris. Menurut dia, peserta mempresentasikan gagasan kreatif, menjalani wawancara terkait inovasi dan capaian, lalu mengikuti sesi tanya jawab dalam bahasa Inggris.

Dalam seleksi tersebut, Hasmawi mengusung inovasi bertajuk “Immunix: Inovasi Digital Revolusi 4.0 untuk Edukasi dan Monitoring HIV di Maluku Utara”. Ia menyebut gagasan itu lahir dari keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus HIV di Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate. Dari hasil wawancara dengan pengelola program HIV di daerah, ia menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang HIV, kuatnya stigma sosial, terbatasnya akses informasi, serta rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini.

Hasmawi mengatakan, “Immunix” dirancang sebagai platform edukasi dan pemantauan pasien HIV berbasis teknologi digital. Aplikasi ini dilengkapi fitur pengingat minum obat, informasi layanan kesehatan HIV, video edukasi mengenai penularan dan pencegahan HIV, serta layanan konsultasi dengan tenaga medis. Melalui fitur tersebut, pasien dapat memantau kondisi kesehatannya sekaligus berkonsultasi terkait efek samping pengobatan.

Ia menambahkan, inovasi yang sama akan kembali dibawanya pada seleksi nasional. Hasmawi juga menyatakan ingin memberikan yang terbaik bagi LLDIKTI Wilayah XII dan Unkhair, serta berharap HIV dapat ditangani dengan pendekatan edukasi dan pendampingan yang lebih baik.

Pembina Mahasiswa Berprestasi Unkhair, Abu Rahmat Ibrahim, menyampaikan Hasmawi sebelumnya meraih juara pertama Pilmapres tingkat Unkhair. Pada seleksi LLDIKTI Wilayah XII, tujuh peserta mengikuti presentasi gagasan kreatif dan wawancara terkait capaian unggulan akademik maupun non-akademik, dan Hasmawi memperoleh nilai tertinggi.

Abu Rahmat menjelaskan, Hasmawi akan mengikuti seleksi nasional secara daring melalui pengiriman video presentasi, paparan gagasan kreatif, dan dokumen capaian prestasi. Ia juga menyebut setiap LLDIKTI mengirimkan dua wakil untuk kategori sarjana dan diploma, sebelum nantinya disaring sejumlah finalis terbaik yang akan mempresentasikan gagasan pada tahap akhir Pilmapres Nasional 2026.