Mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengembangkan aplikasi digital untuk pendataan tanggap darurat bencana melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026. Program pengembangan aplikasi sekaligus pelatihan ini didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.
Dosen pembimbing, Imam Muslem, didampingi Zulkifli, pada Senin (9/3/2026) menjelaskan kegiatan tersebut merupakan rangkaian Program Mahasiswa Berdampak yang dilaksanakan di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan. Sistem yang dikembangkan dirancang untuk mempercepat pengumpulan, pengolahan, dan penyajian informasi kondisi bencana secara digital dan terintegrasi.
Aplikasi itu telah diserahkan kepada perangkat desa dan diterima langsung oleh Geuchik Desa Pante Lhong, Murizal Haryanto, pada Minggu (8/3/2026). Pengembangan aplikasi juga melibatkan dosen pembimbing lainnya, Cut Azizah.
Uji coba sistem dilakukan di Desa Pante Lhong, yang disebut sebagai salah satu wilayah terdampak cukup parah akibat banjir pada akhir 2025. Menurut Imam Muslem, meski masih ada bagian yang terus disempurnakan, aplikasi tersebut secara umum sudah dapat digunakan masyarakat dan perangkat desa.
Selain membangun sistem, tim juga menggelar pelatihan penggunaan aplikasi bagi perangkat desa dan relawan lapangan agar teknologi dapat dimanfaatkan dalam situasi darurat. Melalui pelatihan itu, peserta dibekali keterampilan untuk melakukan input data korban, kondisi wilayah terdampak, serta kebutuhan prioritas masyarakat secara mandiri dan real-time.
Aplikasi yang dikembangkan memungkinkan data lapangan terintegrasi dalam satu sistem berbasis digital dan dapat diakses secara luas. Informasi yang terkumpul kemudian divisualisasikan dalam bentuk infografis interaktif agar masyarakat, relawan, maupun pemangku kepentingan dapat memantau situasi bencana secara cepat dan akurat.
Melalui dashboard analitik, pengguna dapat melihat ringkasan data seperti sebaran warga terdampak per wilayah, keluhan kesehatan masyarakat, tingkat kebutuhan prioritas, dampak kerusakan yang dialami warga, hingga daftar kebutuhan mendesak di lapangan. Sistem juga menampilkan data kondisi disabilitas penyintas, jenjang pendidikan warga terdampak, serta komposisi jumlah anggota keluarga.
Rektor Umuslim, Marwan, berharap inovasi tersebut dapat menjadi model transformasi digital dalam penanganan bencana berbasis komunitas.