Bandar Lampung — Rozi Pratama, mahasiswa Program Studi Akuntansi/Accountpreneurship Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, menjadi salah satu pemenang Darmajaya Startup Competition (DSC) 2026 yang digelar Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) IIB Darmajaya.
Rozi mengajukan proposal aplikasi yang ditujukan untuk membantu penderita diabetes mencatat kadar gula darah sekaligus memesan makanan sehat yang sesuai kebutuhan. Ia mengatakan gagasan tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai penderita diabetes dan melihat banyak penderita diabetes di Indonesia mengalami kesulitan mengontrol makanan.
“Proposal bisnis ini saya bentuk karena saya sendiri penderita diabetes dan melihat semakin banyak penderita diabetes di Indonesia yang kesulitan mengontrol makanan,” ujar Rozi saat diwawancarai pada Selasa (10/3/2026).
Melalui aplikasi itu, pengguna diharapkan dapat memantau gula darah sekaligus memperoleh akses terhadap makanan sehat yang aman bagi penderita diabetes.
Rozi berharap inovasinya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lebih luas. “Harapannya aplikasi ini bisa bermanfaat bagi penderita diabetes, bukan hanya di Lampung tetapi di seluruh Indonesia agar mereka bisa hidup lebih sehat dan produktif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Inkubator Bisnis dan Teknologi IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, menyampaikan bahwa tujuh startup mahasiswa terpilih sebagai pemenang DSC 2026 dan berhak menerima total pendanaan inkubasi sebesar Rp100 juta.
Menurut Lilla, skema pendanaan berbasis kebutuhan dirancang agar dukungan yang diberikan selaras dengan tahap perkembangan masing-masing startup. Ia menegaskan program tersebut merupakan komitmen kampus dalam menumbuhkan wirausaha muda berbasis inovasi. “Kami tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga pendampingan intensif agar para tenant mampu scale up dan siap masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Setelah ditetapkan sebagai pemenang, ketujuh startup akan memasuki tahap inkubasi dan pendampingan bisnis intensif di bawah pembinaan Inkubitek IIB Darmajaya. Program ini mencakup mentoring terstruktur, penguatan model bisnis, pengembangan produk, hingga strategi perluasan akses pasar.