BERITA TERKINI
LPDP dan Muhammadiyah Danai 26 Riset Rp20 Miliar untuk Dorong Hilirisasi Teknologi Tepat Guna

LPDP dan Muhammadiyah Danai 26 Riset Rp20 Miliar untuk Dorong Hilirisasi Teknologi Tepat Guna

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan kolaborasi pendanaan riset senilai Rp20 miliar melalui program RISPRO Invitasi Berkemajuan. Sebanyak 26 proposal riset terpilih akan difokuskan pada hilirisasi teknologi tepat guna untuk memperkuat ekosistem Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, mengatakan hasil riset dalam program ini diproyeksikan memperkuat ekosistem AUM, mulai dari dukungan terhadap unit bisnis pendidikan, layanan kesehatan rumah sakit, hingga penguatan kapasitas kelompok tani binaan. Ia menyebut ekosistem Muhammadiyah, yang memiliki lebih dari 160 perguruan tinggi dan ratusan rumah sakit, dapat menjadi “laboratorium hidup” bagi pengembangan dan penerapan hasil penelitian.

Pernyataan itu disampaikan Ayom dalam acara di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (19/2/2026). Ia berharap pendanaan tersebut dapat terhilirisasi dengan baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui unit-unit amal usaha.

Skema pendanaan program ini menggunakan total Rp20 miliar yang bersumber dari skema pooling fund, dengan kontribusi berimbang: Rp10 miliar dari Muhammadiyah dan Rp10 miliar dari LPDP.

Ayom menambahkan, terdapat lima fokus tema riset yang didanai, yakni ketahanan pangan dan pertanian; transisi energi, material, dan manufaktur; kesehatan; rekayasa dan teknologi digital; serta sosial, ekonomi, dan humaniora.

Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji, menekankan pentingnya aspek moral dan kebermanfaatan program ini bagi kemajuan yang lebih luas, tidak terbatas pada Muhammadiyah. Menurutnya, riset yang didukung melalui program ini tidak semestinya berhenti pada besaran pendanaan, melainkan harus menghasilkan dampak yang menyentuh masyarakat.

Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, hilirisasi hasil penelitian, dan publikasi internasional, program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong daya saing Indonesia di tingkat global.

Program RISPRO Invitasi Berkemajuan juga disebut sebagai bagian dari kolaborasi pendanaan riset yang bersumber dari dana non-APBN, sejalan dengan upaya mencapai target belanja riset dan pengembangan (R&D) nasional minimal satu persen dari produk domestik bruto (PDB). Saat ini, belanja R&D nasional masih berada pada kisaran 0,24% hingga 0,28%.

RISPRO merupakan skema pendanaan LPDP yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas riset nasional melalui hilirisasi produk inovasi, publikasi ilmiah, dan kepemilikan kekayaan intelektual.