Perkembangan teknologi yang kian canggih memudahkan banyak aktivitas sehari-hari. Namun, kemudahan ini juga perlu diwaspadai oleh orang tua karena penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat memicu kecanduan, termasuk pada anak usia balita.
Akses ke gim, media sosial, dan video yang semakin mudah membuat sebagian anak menghabiskan waktu lebih lama di depan layar. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak.
Risiko penggunaan gadget berlebihan pada balita
Anak balita dan anak yang terlalu sering berinteraksi dengan gadget disebut berisiko mengalami sejumlah masalah, antara lain kurangnya perhatian, perilaku impulsif, serta memori jangka pendek yang buruk sehingga dapat memengaruhi perilaku dan proses belajar. Selain itu, minimnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas.
Penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat berdampak pada keterampilan motorik halus, termasuk kemampuan menulis tangan, karena berkurangnya paparan aktivitas bermain tradisional seperti balok, seni, dan kerajinan. Dari sisi postur, anak dapat mengalami punggung membungkuk atau kondisi yang disebut postural kyphosis.
Lima cara yang dapat dilakukan orang tua
Untuk mencegah atau mengatasi kecanduan gadget pada balita, orang tua dapat menerapkan beberapa langkah berikut.
1. Tetapkan batas waktu yang jelas
Orang tua dapat memulai dengan menentukan durasi penggunaan gadget yang tegas dan konsisten. Aturan ini disertai penjelasan alasan penerapannya, serta tidak dilonggarkan meski anak merajuk atau meminta tambahan waktu.
Dalam aturan terbaru American Academy of Pediatrics, anak di bawah 18 bulan disarankan tidak memiliki waktu layar (screen time). Sementara anak usia 2–5 tahun dianjurkan dibatasi maksimal satu jam per hari, termasuk untuk televisi, ponsel, laptop, dan gim.
2. Libatkan anak dalam aktivitas lain
Orang tua dapat mengalihkan perhatian anak dari gadget dengan mengajak melakukan kegiatan lain, seperti mewarnai, bernyanyi, berolahraga, atau permainan yang melatih kemampuan sensorik dan motorik.
3. Pantau konten yang diakses anak
Konten yang ditonton anak, termasuk gim dan kartun, perlu dipastikan sesuai usia. Orang tua juga dapat memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi tentang nilai dan pesan moral dalam tayangan, sehingga anak tidak hanya menonton, tetapi juga memahami isi cerita.
4. Luangkan waktu lebih banyak bersama anak
Anak yang lebih sering menghabiskan waktu sendirian disebut berisiko lebih tinggi mengalami kecanduan gadget. Karena itu, orang tua dianjurkan memperbanyak interaksi melalui aktivitas yang diminati anak, misalnya bermain boneka atau petak umpet.
5. Beri contoh dalam penggunaan gadget
Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua. Jika orang tua sering menggunakan gadget, anak berpotensi melakukan hal yang sama. Karena itu, orang tua disarankan ikut membatasi penggunaan gadget, terutama saat berada di rumah atau ketika bersama anak.
Selain membatasi penggunaan gadget, orang tua juga diingatkan untuk tetap memperhatikan pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak.