Lenovo memperkuat langkahnya di industri kecerdasan buatan melalui kolaborasi strategis dengan NVIDIA. Melalui inisiatif Lenovo Hybrid AI Advantage™, keduanya memperkenalkan pendekatan yang ditujukan untuk mempercepat adopsi AI dari tahap eksperimen hingga implementasi di skala enterprise.
Solusi yang diperkenalkan dalam ajang NVIDIA GTC ini dirancang untuk membantu perusahaan menjalankan AI secara lebih efisien di berbagai lingkungan, mulai dari perangkat individu, edge computing, hingga data center dan AI cloud berskala besar.
Lenovo menilai penggunaan AI kini bergerak ke fase produksi. Jika sebelumnya banyak berfokus pada pelatihan model, saat ini AI semakin banyak dipakai untuk pengambilan keputusan secara real-time. Perubahan ini membuat kebutuhan akan sistem inferensi yang cepat dan stabil menjadi semakin penting.
Dengan memadukan infrastruktur hybrid dan teknologi NVIDIA, Lenovo menawarkan solusi yang ditujukan untuk menekan waktu respons AI sekaligus meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Pendekatan ini juga menempatkan kemampuan inferensi real-time sebagai salah satu fokus utama dalam penerapan AI di lingkungan perusahaan.
Dalam penawarannya, Lenovo menekankan dukungan end-to-end, dari perangkat pengguna hingga infrastruktur berskala besar. Di level perangkat, Lenovo menghadirkan workstation seperti ThinkPad P14s Gen 7 dan ThinkPad P1 Gen 9 yang ditenagai GPU generasi baru dari NVIDIA, sehingga developer dan profesional dapat menjalankan model AI langsung dari laptop atau desktop.
Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, Lenovo juga menghadirkan solusi server dan platform hybrid AI yang mendukung inferensi real-time di berbagai sektor, termasuk ritel, manufaktur, hingga smart city. Lenovo menyebut platform Hybrid AI mereka mampu memberikan return on investment (ROI) dalam waktu kurang dari enam bulan, serta menekan biaya operasional AI hingga delapan kali lebih rendah dibandingkan layanan cloud tradisional.
Lenovo turut memperluas ekosistemnya dengan menghadirkan solusi siap pakai untuk berbagai industri. Di sektor ritel, AI diarahkan untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal. Di bidang olahraga, teknologi ini digunakan untuk analisis performa dan peningkatan pengalaman penonton secara real-time. Sementara di industri manufaktur, AI dimanfaatkan untuk otomatisasi, inspeksi, dan peningkatan keselamatan kerja.
Selain itu, Lenovo menyampaikan rencana menghadirkan AI cloud generasi baru berkapasitas besar dengan dukungan platform seperti NVIDIA Vera Rubin NVL72. Sistem ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas pemrosesan hingga 10 kali lipat dan menurunkan biaya per token secara signifikan, yang diposisikan sebagai fondasi bagi perusahaan yang ingin mengembangkan AI dalam skala besar.
Kolaborasi Lenovo dan NVIDIA menegaskan pentingnya kemitraan dalam membangun ekosistem AI yang siap digunakan. Dengan dukungan hardware, software, dan layanan, Lenovo menargetkan perusahaan dapat bertransformasi dari tahap uji coba ke implementasi penuh dengan lebih cepat dan minim risiko melalui ekosistem global serta dukungan mitra.