Lazismu resmi menghadirkan fitur pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di aplikasi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super App (MASA). Kehadiran fitur ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat menunaikan kewajiban dan amal kebaikan melalui layanan digital, seiring percepatan transformasi teknologi informasi.
Melalui integrasi tersebut, Lazismu bersinergi dengan LabMu untuk menyediakan saluran pembayaran ZIS yang lebih mudah diakses. Ketersediaan platform digital ini juga diharapkan memberi pengalaman baru bagi masyarakat dalam berdonasi.
Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Tsani, dalam rilis Jumat (13/3), menyatakan Lazismu sebagai unsur pembantu pimpinan Persyarikatan mengemban amanah mengelola lembaga amil zakat nasional. Ia merujuk putusan Muktamar Muhammadiyah di Solo yang menegaskan komitmen Persyarikatan untuk beradaptasi dengan transformasi digital guna mendukung gerakan dakwah.
“Berdasarkan hal itu, Lazismu berbenah diri sekaligus beradaptasi dengan percepatan perubahan teknologi informasi dan digital. Tujuannya untuk mendorong partisipasi masyarakat, baik dalam edukasi maupun layanan berdonasi secara digital,” kata Ibnu.
Menurut Ibnu, kolaborasi bersama LabMu menjadi bagian dari upaya memperluas akses umat Islam dalam menunaikan zakat melalui kanal digital. Ia juga menyebut aplikasi MASA yang diluncurkan pada Juni 2025 telah menarik perhatian warga Persyarikatan.
“Manfaatnya luar biasa. Lazismu jangan sampai kehilangan momentum, apalagi dalam memantapkan program-program Ramadan tahun ini,” ujarnya.
Ibnu menegaskan, kehadiran MASA diharapkan memudahkan layanan berzakat, infak, dan sedekah di Lazismu yang disebutnya sebagai karya orisinal Muhammadiyah. Meski demikian, Lazismu dan LabMu akan melakukan evaluasi berkala untuk meningkatkan kualitas layanan.
Sementara itu, Direktur Utama LabMu, Asad Fatchul’ilmi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Lazismu dalam menghadirkan layanan pembayaran ZIS melalui integrasi fitur donasi di aplikasi MASA. Ia menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis untuk memperluas manfaat layanan MASA.
Asad menambahkan, layanan ini tidak hanya ditujukan bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga bagi seluruh umat Islam yang ingin menunaikan kewajiban dan amal kebaikan dengan lebih mudah melalui kanal digital. Ia juga mengajak warga Persyarikatan memanfaatkan dan mengembangkan MASA sebagai aplikasi resmi Muhammadiyah yang terus bertumbuh melalui kolaborasi berbagai amal usaha dan unit organisasi.
“Semoga setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui MASA membawa keberkahan bagi para muzaki yang memberi dan menjadi kebaikan yang bermanfaat bagi para mustahik yang menerima,” pungkasnya.
Memasuki pekan terakhir Ramadan, masyarakat umumnya mulai merencanakan kebutuhan keuangan untuk mudik maupun persiapan Idulfitri. Pada saat yang sama, umat Islam juga bersiap menunaikan zakat maal dan zakat fitrah.