BERITA TERKINI
Layanan 5G FWA IRA–Internet Rakyat Mulai Komersial, Analis Nilai Jadi Pendorong Pertumbuhan WIFI

Layanan 5G FWA IRA–Internet Rakyat Mulai Komersial, Analis Nilai Jadi Pendorong Pertumbuhan WIFI

Prospek kinerja PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge pada 2026 dinilai semakin menarik seiring peluncuran komersial layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) melalui merek IRA–Internet Rakyat.

WIFI melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, resmi meluncurkan layanan 5G FWA pada pita frekuensi 1,4 GHz dengan merek IRA–Internet Rakyat. Aktivasi layanan disebut dimulai pada 19 Februari 2026, sehingga fase eksekusi komersial IRA dinyatakan telah berjalan penuh.

Kehadiran IRA–Internet Rakyat disebut memenuhi target program Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yakni kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan harga maksimum Rp 147.000. Adapun IRA menawarkan paket fixed broadband seharga Rp 100.000 dengan kecepatan hingga 100 Mbps, data unlimited tanpa batas kuota, bebas biaya instalasi, serta gratis sewa modem.

Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai layanan FWA berpotensi menjadi pengubah permainan (game changer) sekaligus pendorong utama pertumbuhan bisnis WIFI dalam beberapa tahun ke depan. Ia memperkirakan kontribusi pendapatan FWA dapat melampaui 40% dalam tiga tahun mendatang, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses internet berkecepatan tinggi.

Meski demikian, Harry menekankan kinerja WIFI juga akan dipengaruhi faktor makro dan dinamika industri telekomunikasi. Daya beli masyarakat dinilai berperan penting dalam menentukan tingkat adopsi layanan internet rumah tangga, sementara tingkat persaingan industri akan memengaruhi perkembangan layanan FWA maupun fixed broadband berbasis fiber to the home (FTTH) milik WIFI.

Dari sisi kinerja, laporan keuangan menunjukkan WIFI membukukan pendapatan bersih Rp 1,01 triliun per 30 September 2025, naik 100,99% secara tahunan dari Rp 504,95 miliar. Laba bersih tercatat Rp 260,09 miliar, meningkat 71,03% dibandingkan Rp 152,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan mempertimbangkan prospek pertumbuhan tersebut, Harry merekomendasikan beli (buy) untuk saham WIFI dengan target harga Rp 5.200 per saham.