Indonesia tercatat menempati peringkat pertama di Asia Tenggara dan posisi kedua di dunia dalam kategori kecanduan ponsel sepanjang 2025. Berdasarkan laporan Sensor Tower, masyarakat Indonesia menghabiskan total 414 miliar jam menggunakan berbagai aplikasi di ponsel selama tahun tersebut.
Dalam lingkup Asia Tenggara, angka penggunaan aplikasi di Indonesia disebut melampaui sejumlah negara lain seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Laos yang tidak masuk 20 besar global. Sementara itu, secara global Indonesia berada di bawah India yang menempati posisi pertama dengan sekitar 1,2 triliun jam penggunaan layar sepanjang 2025.
Amerika Serikat berada di peringkat ketiga dengan 385 miliar jam penggunaan ponsel pada periode yang sama. Di kawasan Asia Tenggara, Filipina menempati peringkat kedelapan, Vietnam peringkat ke-11, dan Thailand peringkat ke-15. China berada di posisi kesembilan dengan total 148 miliar jam penggunaan aplikasi.
Seiring tingginya durasi penggunaan ponsel, upaya mengurangi kebiasaan tersebut dinilai perlu dilakukan dengan membatasi waktu pemakaian dan meningkatkan kesadaran terhadap dampaknya bagi kesehatan fisik maupun mental. Mengutip laman Alodokter, beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain menghindari penggunaan ponsel saat berjalan atau berkendara, mengatur batas durasi harian, serta menyeimbangkan aktivitas dengan melakukan kegiatan tanpa ponsel setelah pekerjaan yang mengharuskan penggunaan gadget dalam waktu lama.
Langkah lain yang disarankan meliputi tidak menggunakan gadget saat sedang bersama orang lain untuk menjaga kualitas interaksi sosial, menetapkan area bebas gadget di rumah atau tempat tertentu, serta mengganti kebiasaan bermain ponsel dengan aktivitas yang lebih sehat seperti berolahraga atau membaca buku. Selain itu, disarankan menghindari penggunaan gadget menjelang tidur.
Data ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi digital dalam keseharian, termasuk menjaga kesehatan, produktivitas, dan kualitas hubungan sosial.