BERITA TERKINI
Laporan Ookla Q3–Q4 2025: MyRepublic hingga IndiHome Masuk Daftar ISP Internet Kabel dengan Skor Tertinggi di Indonesia

Laporan Ookla Q3–Q4 2025: MyRepublic hingga IndiHome Masuk Daftar ISP Internet Kabel dengan Skor Tertinggi di Indonesia

Kebutuhan internet rumah yang cepat dan stabil kian menjadi bagian dari aktivitas harian pada 2026, mulai dari bekerja jarak jauh, belajar, hingga menjalankan usaha. Kondisi ini membuat pemilihan layanan internet kabel—terutama berbasis fiber optik—menjadi perhatian banyak pengguna agar koneksi tetap andal.

Mayoritas penyedia layanan internet (ISP) modern saat ini mengandalkan teknologi Fiber to the Home (FTTH), yakni jaringan serat optik yang tersambung langsung ke rumah pelanggan. Dibandingkan koneksi berbasis jaringan seluler 4G/5G atau router seluler, FTTH dinilai memiliki sejumlah keunggulan.

Pertama, fiber optik menawarkan kecepatan dan bandwidth yang lebih stabil karena kapasitas transmisi datanya lebih besar dibanding jaringan radio. Keunggulan ini mendukung aktivitas seperti streaming video, pencadangan data ke cloud, dan gim daring. Kedua, jaringan fiber umumnya memiliki latency (ping) yang lebih rendah dan stabil, yang berpengaruh pada kelancaran rapat online, respons permainan daring, hingga proses unggah berkas berukuran besar. Ketiga, internet kabel relatif lebih tahan terhadap gangguan cuaca dibanding koneksi seluler yang sensitif terhadap perubahan kondisi sinyal. Keempat, banyak ISP kini menyertakan router Wi‑Fi 6 sebagai perangkat standar untuk menangani banyak perangkat sekaligus dengan kinerja lebih tinggi.

Untuk melihat gambaran performa ISP di Indonesia, salah satu rujukan yang digunakan adalah laporan Speedtest Awards Q3–Q4 2025 dari Ookla. Dalam laporan tersebut, dua indikator yang kerap disorot ialah Speedtest Connectivity Score dan Speed Score.

Speedtest Connectivity Score merupakan skor komprehensif yang menggabungkan penilaian atas kecepatan (Speed Score), skor streaming video, dan skor web browsing. Pada periode Q3–Q4 2025, perbedaan skor di antara sejumlah ISP teratas terbilang tipis, yang mencerminkan ketatnya persaingan kualitas layanan.

Berdasarkan Speedtest Connectivity Score, MyRepublic menempati posisi pertama dengan skor 68,06. Biznet berada di posisi kedua dengan skor 67,73 atau terpaut 0,33 poin. First Media menyusul di posisi ketiga dengan skor 66,46. Berikutnya Telkomsel Orbit berada di posisi keempat dengan skor 62,81, disusul PT Telekomunikasi Indonesia (IndiHome) dengan skor 61,95. Dalam daftar ini, Telkomsel Orbit dicatat berbeda dari penyedia lain karena menggunakan jaringan seluler 4G/5G, bukan kabel fiber optik.

Selain itu, Ookla juga merilis daftar penyedia internet kabel tercepat yang diukur melalui Speed Score. Indikator ini mencakup kecepatan unduh, kecepatan unggah, dan latency. Peringkatnya relatif konsisten dengan pemeringkatan berbasis skor konektivitas.

MyRepublic berada di urutan pertama dengan Speed Score 48,82, dengan median download 66,69 Mbps dan median upload 62,39 Mbps. Informasi paket yang dicantumkan meliputi kecepatan 50 Mbps hingga 500 Mbps, rasio unggah/unduh yang relatif simetris, kisaran harga sekitar Rp300.000–Rp900.000 per bulan, umumnya tanpa FUP, serta cakupan di kawasan perkotaan dan suburban.

Biznet menempati posisi kedua dengan Speed Score 47,41, median download 61,83 Mbps dan median upload 58,43 Mbps. Rincian yang disebutkan mencakup paket 75 Mbps hingga 250 Mbps, rasio yang mendekati simetris, harga sekitar Rp375.000–Rp800.000, sebagian paket tanpa FUP, serta cakupan di kota besar dan area urban.

First Media berada di posisi ketiga dengan Speed Score 44,25, median download 51,59 Mbps dan median upload 35,97 Mbps. Paket yang disebut berkisar 30 Mbps hingga 300 Mbps, rasio unggah/unduh biasanya tidak simetris, harga sekitar Rp400.000–Rp900.000 per bulan, umumnya tanpa FUP, serta cakupan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota besar lainnya.

Telkomsel Orbit menempati posisi keempat dengan Speed Score 38,79, median download 42,24 Mbps dan median upload 20,53 Mbps. Kecepatan paket disebut 10 Mbps hingga 100 Mbps, bergantung paket dan kualitas sinyal 4G/5G. Rasionya tidak simetris, biaya sekitar Rp150.000–Rp500.000 per bulan, tanpa FUP namun berbasis kuota data, serta cakupan nasional mengikuti jaringan seluler Telkomsel (4G LTE dan sebagian 5G).

PT Telekomunikasi Indonesia (IndiHome) berada di posisi kelima dengan Speed Score 38,27, median download 40,15 Mbps dan median upload 22,98 Mbps. Rincian yang dicantumkan meliputi paket sekitar 30 Mbps hingga 300 Mbps, rasio unggah/unduh biasanya tidak simetris, harga sekitar Rp300.000–Rp700.000 per bulan, FUP umumnya ada pada paket tertentu, serta cakupan yang disebut menjangkau hampir seluruh kota dan kabupaten.

Di luar peringkat, pengguna juga disarankan memperhatikan sejumlah faktor sebelum memilih ISP. Pertama, memastikan cakupan layanan di lokasi karena kualitas terbaik sekalipun tidak akan optimal jika infrastruktur belum tersedia. Kedua, mempertimbangkan rasio upload dan download, terutama bagi pekerja jarak jauh dan kreator konten yang membutuhkan unggah besar dan stabil. Ketiga, mewaspadai kebijakan Fair Usage Policy (FUP) pada paket “unlimited” yang dapat menurunkan kecepatan setelah melewati batas pemakaian tertentu. Keempat, menilai kualitas layanan pelanggan karena gangguan jaringan dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan penanganan cepat.

Secara keseluruhan, berdasarkan Speedtest Awards 2025, MyRepublic menjadi penyedia dengan skor tertinggi dalam daftar yang disajikan. Namun, pengalaman pengguna tetap dapat dipengaruhi oleh faktor lokasi, ketersediaan jaringan, serta kepadatan pelanggan di suatu area.