BERITA TERKINI
Laporan NVIDIA: Perusahaan Telekomunikasi Beralih dari Telco ke TechCo lewat Layanan AI

Laporan NVIDIA: Perusahaan Telekomunikasi Beralih dari Telco ke TechCo lewat Layanan AI

Peran perusahaan telekomunikasi selama ini identik dengan penyedia konektivitas: memastikan jaringan tersambung dan layanan berjalan. Namun, model bisnis yang bertumpu pada penjualan kuota dan layanan dasar dinilai kian kurang relevan bagi generasi Milenial dan Gen Z yang menuntut pengalaman digital lebih cerdas.

Laporan NVIDIA berjudul 10 Key Generative AI Applications for Telecom Leaders menggambarkan perubahan arah industri telekomunikasi, dari Telco menjadi TechCo (Technology Company). Dalam pergeseran ini, perusahaan telekomunikasi tidak hanya menawarkan koneksi internet, tetapi juga mulai menyediakan kecerdasan buatan sebagai layanan atau AI as a Service (AIaaS).

Selama bertahun-tahun, perusahaan penyedia internet kerap dianggap kalah pamor dibanding perusahaan teknologi besar seperti Google atau Meta. Padahal, operator telekomunikasi memiliki aset penting berupa infrastruktur fisik dan data jaringan dalam skala besar.

Menurut NVIDIA, pemanfaatan Generative AI memungkinkan perusahaan telekomunikasi membangun Large Telco Models (LTM), yakni model bahasa besar yang dirancang khusus untuk kebutuhan telekomunikasi. Model ini dapat memahami data seperti log jaringan, topologi, hingga alarm gangguan secara cepat, sehingga membantu analisis dan respons operasional.

Dalam laporan tersebut, kemampuan AI tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal. Teknologi ini juga mulai ditawarkan kepada pihak lain sebagai produk dan layanan, yang dipandang membuka peluang pendapatan baru di luar bisnis konektivitas tradisional. Contohnya, perusahaan rintisan yang ingin membangun layanan pelanggan otomatis tanpa investasi server besar dapat berlangganan layanan AI dari operator telekomunikasi.

NVIDIA juga mencatat bahwa sekitar 90% profesional di sektor telekomunikasi mengakui investasi AI telah meningkatkan pendapatan tahunan. Sejalan dengan itu, operator disebut mulai membangun kapabilitas AI di pusat data mereka. Mereka memanfaatkan infrastruktur NVIDIA NIM, yang digambarkan sebagai mikroservis inferensi, untuk menawarkan solusi AI yang cepat dan aman bagi kebutuhan bisnis.

Laporan yang sama memperkenalkan konsep Agentic AI. Jika AI generatif umumnya berfokus pada menjawab pertanyaan, Agentic AI disebut memiliki kemampuan merencanakan langkah dan mengeksekusi tugas. Ilustrasinya, ketika terjadi gangguan jaringan di suatu area, sistem tidak hanya melaporkan kerusakan, tetapi juga dapat mencari rute cadangan, memesan suku cadang, dan menjadwalkan teknisi secara mandiri.

Perubahan ini diproyeksikan berdampak pada kualitas layanan dan kebutuhan talenta. Di satu sisi, pengelolaan jaringan berbasis AI dinilai dapat membuat layanan lebih stabil. Di sisi lain, transformasi menuju TechCo berpotensi membuka peluang karier baru di industri telekomunikasi, termasuk bagi data scientist dan AI engineer.

Dengan arah tersebut, laporan NVIDIA menempatkan industri telekomunikasi pada fase baru: dari sekadar penyedia konektivitas menjadi penyedia layanan kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan lintas sektor.