BERITA TERKINI
Lapas Kelas III Geser Ikuti FGD Daring Optimalisasi Pelaporan Harta Kekayaan via Aplikasi CARAKA

Lapas Kelas III Geser Ikuti FGD Daring Optimalisasi Pelaporan Harta Kekayaan via Aplikasi CARAKA

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser mengikuti Focus Group Discussion (FGD) secara daring terkait pelaporan harta kekayaan melalui aplikasi Catatan Atas Laporan Harta Kekayaan (CARAKA) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini diikuti Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Geser M. Alhamid, Bendahara Pengeluaran Manungkus A. Simare-mare, serta admin CARAKA Alfianty Jesicca. FGD dibuka oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal (Ses Itjen) Kemenimipas, Ika Yusanti.

Dalam arahannya, Yusanti menekankan pentingnya tata kelola birokrasi yang bersih dan transparan sejak awal berdirinya kementerian tersebut. Menurutnya, keterbukaan aset pegawai menjadi landasan untuk menjaga kepercayaan publik.

“Laporan Harta Kekayaan bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen penting dalam pencegahan korupsi dan perwujudan integritas. Melalui aplikasi CARAKA, kita melakukan integrasi pelaporan harta kekayaan agar lebih efektif, efisien dan terintegrasi,” kata Yusanti.

Dalam sesi diskusi, pemateri dari Inspektorat Jenderal Kemenimipas, Tri Wibowo, menyoroti pentingnya akurasi dalam pengisian data. Ia juga menyampaikan panduan tahapan registrasi akun, mekanisme pengisian pelaporan, hingga klasifikasi harta yang wajib dan tidak wajib dilaporkan.

Wibowo mendorong admin satuan kerja agar proaktif memantau para pelapor untuk melakukan pengecekan ulang, memastikan dokumen terverifikasi dan terekam dengan benar dalam sistem CARAKA, termasuk pengunggahan bukti penerimaan elektronik SPT.

Ia juga menyampaikan tren peningkatan kepatuhan pelaporan di lingkungan Kemenimipas. Disebutkan, jumlah pelaporan meningkat hingga sekitar 2.000 laporan dari tahun 2025 ke 2026, mencakup kategori wajib lapor maupun non-wajib lapor. Wibowo menambahkan, Kanwil Ditjenpas Maluku termasuk unit kerja dengan tingkat kepatuhan mencapai 100%.

M. Alhamid menyatakan capaian kepatuhan 100% menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi jajaran Lapas Geser untuk mempertahankan integritas. Ia berharap penguatan sistem digital melalui aplikasi CARAKA dapat menjaga transparansi dan meningkatkan kedisiplinan pelaporan tahunan.

Admin CARAKA Lapas Geser juga menilai penguatan penggunaan aplikasi tersebut sebagai langkah preventif dalam menjaga integritas. Ia berharap FGD dapat membuat pemanfaatan CARAKA semakin optimal dan meminimalkan kendala teknis, sekaligus memperkuat komitmen mempertahankan kepatuhan 100%.

Ke depan, Lapas Geser bersama jajaran Kanwil Ditjenpas Maluku menyatakan akan terus berkomitmen menjunjung nilai amanah, integritas, dan profesionalisme demi pelayanan publik yang lebih baik.